Bali, My Indonesia
Comment 1

Menanti Senja di Kuta (Bali never Ending Stories, part 3)

Walaupun sering disebut-sebut sebagai pantai sejuta umat, rasanya “BELUM” ke Bali kalo belum berkunjung kesini. Mungkin buat sebagian besar orang, bukan hal yang istimewa mampir ke pantai Kuta. Orang-orang nggak akan berkomentar berlebihan kalo kita bilang, “eh gua kemaren ke Kuta loh, waktu di Bali.” Beda banget kalo kita ngomong, “Eh, gua kemaren ke Rock Bar loh”.

Namun nggak bisa dipungkiri, kesederhanaan pantai kuta, dengan hamparan pasir yang nggak seputih pantai Nusa Dua ataupun suasananya yang nggak setenang pantai Sanur, selalu menarik perhatian turis-turis baik lokal maupun mancanegara. Saya nggak pernah melihat pantai ini sepi pengunjung (kecuali malam dan hujan ya, hehe). Apalagi kalo menjelang senja, entah datang darimana, ratusan orang tampak tumpah ruah memadati pantai.

Yap, Kuta dan sunset, hampir sebagian besar orang-orang datang ke kuta untuk alasan yang satu ini. Banyak orang yang bilang kalo sunset di Kuta ini beda, nggak seperti sunset-sunset lainnya yang bisa dijumpai di tempat lain. Mereka akan rela menunggu berjam-jam duduk atau berbaring di atas pasir, atau berusaha menghabiskan waktu dengan belajar selancar, atau asyik mengobrol dengan teman-temannya, atau hanya duduk termenung memandang kosong ke garis batas horizon sana.

Well, apapun pendapat orang-orang mengenai pantai ini, bagi saya pribadi, terlepas dari betapa ramainya pantai ini, atau terkadang betapa kotornya sampah yang berserakan di pantai ini, Kuta adalah dan tetap selalu menjadi icon bali. Seperti petikan yang saya ungkap diatas, “rasanya belum ke Bali kalo belum ke Kuta”, saya akan selalu menyempatkan diri untuk mampir sejenak menikmati suasana merahnya senja disini.

This entry was posted in: Bali, My Indonesia

by

A writer, Traveler, Culinary seeker, and for sure, a short minded guy who won't think further to decide to confirm cheap flight when the fare goes on promo :D

1 Comment

  1. Pingback: 7 Pantai Wajibnya Bali (Bali never Ending Story, part 5-end) « Saya Minggat Dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s