Bali, My Indonesia
Leave a Comment

Belajar Sambil Berlibur di Bali (Bali never Ending Stories, part 4)

Kata siapa berlibur itu cuma untuk leha-leha dan foya-foya? Mungkin pada awalnya tujuan wisata kita hanya sekedar untuk beristirahat, melepaskan penat dan lelah setelah sekian hari beraktifitas. Namun sebenarnya liburan pun bisa dijadikan sarana pembelajaran bermacam-macam hal. Begitupun dengan liburan saya ke Bali. Sepanjang perjalanan saya, terdapat banyak hal menarik dan berharga yang dapat saya pelajari.

1. Belajar Sejarah

Usai bermain air di Sanur, saya dan keluarga mampir sebentar ke sebuah museum bernama Museum Perjuangan Rakyat Bali di daerah Renon. Desain arsitektur bangunan ini cukup unik dan menarik perhatian bagi sebuah museum. Bangunan ini didesain menyerupai sebuah candi yang sangat besar. Awalnya saya juga mengira bahwa bangunan itu memang merupakan bangunan sejarah jaman raja-raja apa gitu.

Memasuki halaman utama, saya berfoto-foto sejenak. Tampilan luarnya benar-benar hampir menyerupai perpaduan candi Hindu-Budha yang lengkap dengan ukiran relief dan patung-patung khasnya.

Tampak Depan

Di sekitar pelataran

Begitu berada di dalam bangunan, kami memasuki sebuah ruangan yang berisi foto-foto perjuangan tokoh-tokoh sejarah pada masa penjajahan Belanda hingga Jepang. Diatur sedemikian rupa, foto-foto tersebut dijejerkan secara berurutan agar dapat memudahkan pengunjung untuk memahami alur cerita.

Gusti Ngurah Ketut Jelantik, pemimpin perang Puputan Jagaraga, perang hingga tetes darah penghabisan dimana rakyat beserta seluruh anggota kerajaan berperang dengan Belanda untuk mempertahankan hak Tawang Karang (hak untuk memperoleh kekayaan kapal-kapal yang kandas di wilayah Bali). Satu hal yang menarik dari perang ini adalah, seluruh rakyat Bali mengenakan pakaian serba putih.

Gusti Ngurah Rai, satu lagi pahlawan nasional asal Bali yang memimpin perang puputan Margarana (di desa Marga) dimana disini beliau menentang habis-habisan campur tangan Hindia-Belanda yang bermaksud ambil bagian dalam pengelolaan kekuasaan pemerintahan daerah setempat

Surat Balasan Gusti Ngurah Rai kepada Belanda yang menolak perundingan apapun sehubungan dengan adanya campur tangan Hindia-Belanda terhadap urusan keamanan Bali pasca kemerdekaan

Setelah puas melihat-lihat foto-foto yang ada di ruangan tersebut, kami keluar dan naik ke lantai berikutnya. Di lantai tersebut, kami dapat menikmati diorama sejarah Bali, mulai dari masa pra sejarah hingga pasca kemerdekaan Indonesia. Diorama yang disajikan pun lumayan menarik, tidak hanya dari segi penceritaannya, tetapi juga desainnya yang mendetail.

Diorama Subak (sistem pengairan sawah di Bali)

Diorama Perang Puputan

Belajar sejarah perjuangan rakyat Bali pun berakhir begitu kami selesai mengitari ruangan diorama. Kami keluar dan melanjutkan tur keliling bangunan, naik hingga tingkat teratas melalui tangga berputar untuk menikmati pemandangan di sekitar gedung.

Tangga menuju tingkat paling atas

Pemandangan dari atas

2. Belajar Budaya

Bali kaya akan khasanah budayanya. Nggak hanya tarian, tapi berbagai macam hasil karya senipun turut memberi warna kreatifitas msyarakat setempat. Kita juga sudah mengetahui dari media-media massa, banyak turis mancanegara yang bahkan berminat untuk mempelajari salah satu atau dua seni tradisional yang hingga kini masih dilestarikan secara turun-temurun.

Sebut saja seni pahat, di sepanjang jalan sudah barang tentu kita melihat berbagai hasil pahatan baik batu maupun kayu yang dipajang untuk diperjual-belikan. Adapula seni tari yang setiap hari senantiasa dipertunjukan tidak hanya di banjar-banjar setempat, tetapi juga di beberapa daerah wisata, hotel-hotel maupun restoran. Dan jangan lupa dengan seni lukis yang nggak terhitung jumlah kanvas-kanvas yang digoreskan dengan warna-warni tinta.

Tari Barong

Tari Barong Keris

Tari Burung Cendrawasih

Seni Lukis Bali

Kerajinan Ukir Kayu

3. Belajar Keanekaragaman Fauna

Nah, untuk yang satu ini mungkin lebih tepat dijadikan sarana pembelajaran bagi anak-anak, meski nggak menutup kemungkinan orang-orang dewasa juga turut menikmati sense of pleasure yang ditawarkan saat berkunjung.  Bali memiliki beberapa kawasan wisata yang dimeriahkan oleh keaneka ragaman hayati, terutama fauna. Kita pasti sudah cukup familiar dengan lokasi huni para kera seperti hutan Pala Sangeh, Monkey Forest di Ubud dan Pura Uluwatu. Atau juga Bali Zoo dan Bali Safari yang menyajikan lebih banyak variasi binatang. Serta Bali Bird Park dan Reptile Park yang dipenuhi oleh berbagai spesies burung dan reptile seperti ular, kadal maupun buaya.

Merak Putih–Bali Bird Park

Merak–Bali Bird Park

Black Swan–Bali Bird Park

Kakak Tua Merah–Bali Bird Park

Me and Iguana–Bali Reptile Park

Me and 30 kg turtle–Bali Reptile Park

Sumatran Tiger–Bali Zoo

Cute Lazy Bear–Bali Zoo

Monkey Forest Ubud

Monkey Forest Ubud

So, gimana? Liburan nggak cuma sekedar leha-leha dan foya-foya toh? Banyak hal menarik yang dapat membuka wawasan kita. Walaupun kita nggak sedang berdarmawisata selayaknya anak-anak sekolah, nggak ada salahnya kan apabila kita sesekali mengunjungi tempat-tempat wisata tersebut untuk memperkaya pengetahuan 😀

This entry was posted in: Bali, My Indonesia

by

A writer, Traveler, Culinary seeker, and for sure, a short minded guy who won't think further to decide to confirm cheap flight when the fare goes on promo :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s