Chipsy talks
Comments 8

The Art of Doing Nothing When Traveling

Pernah nggak, kamu menghabiskan liburan di suatu tempat, sendirian, bengong, tidak melakukan apa-apa? Kamu hanya duduk menyesapi secangkir teh atau kopi di kafe tengah kota menikmati lalu lalang orang lewat, atau kamu hanya berleyeh-leyeh di atas hamparan pasir pantai dengan sebotol bir di tangan mendengarkan deburan ombak di depan mata, atau kamu hanya berbaring malas di kursi pinggir kolam renang seraya mendengarkan musik dari mp3 dan membaca buku yang kamu bawa saat traveling?

CIMG0451

Il Dolce Far Niente, alias the art of doing nothing, alias seni tidak melakukan apa-apa adalah salah satu “aktivitas” yang menurut saya wajib disisipkan dalam setiap kesempatan saya traveling. Ada kalanya saya bersemangat 45 pergi kesana-sini, mengunjungi situs itu-ini, mengambil foto bangunan itu-ini, pemandangan itu-ini, pertunjukan itu-ini. Namun ada kalanya saya nggak ingin diganggu dengan berbagai macam itinerari dan hanya ingin beristirahat di suatu tempat tanpa melakukan apa-apa.

Mungkin bagi sebagian besar orang, banyak yang menyayangkan apabila waktu berlibur tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk berkunjung ke tempat ini-itu. Banyak yang beranggapan “Sudah jauh-jauh kesini masa mentok-mentok cuma tiduran di hotel atau nongkrong di kafe?” Banyak yang tidak ingin menyia-nyiakan sedetik pun momen untuk mengeksplorasi setiap hal menarik yang menurutnya “wajib kunjung” atau “wajib ditonton” atau “wajib berfoto disini” atau “wajib makan ini disini” dan segala “wajib-wajib” lainnya.

Well, menurut saya, memang nggak ada yang salah dengan paradigma semacam itu. Saya sendiri pun selalu memiliki pola pikir yang sama setiap kali saya menyusun itinerari untuk berpergian ke suatu tempat. Saya selalu membuat daftar berkunjung ke tempat apa saja, mencoba makanan apa saja, hotel yang mana, habis dari mana terus kemana naik apa dengan lengkap hingga ke detail budget, tanggal dan durasi waktunya. Tetapi ada juga momen dimana mendadak saya lelah dengan segala perencanaan. Ada momen dimana saya bosan dengan aktifitas datang kesini, lihat-lihat, foto-foto, pindah tempat, lihat-lihat, foto-foto, pindah tempat dan mengulang siklus yang sama.

Lalu apa yang saya lakukan?

Tidak ada…. saya tidak melakukan apa-apa…

Sebagai contoh, beberapa minggu yang lalu, saat saya baru saja tiba di Bangkok. Di tangan saya sudah terdapat “To Do List in Bangkok” berikut buku Lonely Planet sebagai guide book tambahan. Dalam rencana awal, saya sudah memasukanย  Grand Palace, Wat Arun, Wat Pho dan Wat-Wat (sejenis temple) lainnya, berikut Chatucak Market serta market-market lainnya. Namun apa yang terjadi?

Hari pertama saya di Bangkok, tiba-tiba hasrat jalan-jalan saya menguap. Rasanya malas sekali beranjak dari tempat tidur. Menilik itinerari dan Lonely Planet pun enggan. Ketika membaca “rencana hari ini” dan saya menemukan Wat ini Wat itu tertulis disana, saya menghela nafas panjang seolah tidak berminat. Seperti merasa Wat-overdozed alias over dosis temple karena sedari Vietnam hingga Kamboja saya selalu menjumpai berbagai jenis temple, saya pun menggeleng-geleng sebentar dan melempar catatan saya ke meja.

“TODAY I DONT FEEL LIKE DOING ANYTHING”

Akhirnya saya putuskan seharian tiduran saja di hotel sambil menonton ajang adu bakat The Voice season 3 di TV hingga sore menjelang. Dan ketika sore tiba, saya beranjak keluar dari hotel dan nyangkut di Starbucks Khao Sarn road bersama Ice Green Tea Latte favorit saya.

Bagaimana dengan hari kedua? Tidak cukup berbeda dengan hari pertama. Hanya saja ada sedikit kemajuan kala itu. Saya mulai tertarik untuk sedikit berjalan agak menjauh dari hotel menuju Grand Palace. Tetapi begitu saya tiba di seberangnya, apa yang saya lakukan? Bukannya masuk ke Grand Palace, saya malah melipir ke sebuah taman yang penuh dengan burung-burungย  beterbangan dan asyik berkerumunan di sekeliling. Saya membeli 3 batang sosis panggang dan 2 batang sate oktopus, lalu saya duduk manis di sebuah bangku taman dan menikmati lalu lalang orang-orang yang keluar masuk Grand Palace. Sesekali saya tersenyum setiap kali menjumpai beberapa turis yang kegirangan memberi makan burung-burung tadi.

CIMG4169

CIMG4174

Dan bagaimana setelah itu? Saya kembali ke hotel,ย  tidur hingga malam tiba dan saya ke kawasan Khao Sarn road untuk berburu kuliner.

CIMG4360

CIMG4356

Hari ke-4 di Bangkok, mendadak saya pengen nge-mall dan nonton bioskop. Akhirnya saya berangkat ke Siam Paragon, langsung menuju lantai paling atas, membeli tiket film “Frankenwinee 4D”, nonton, dan kemudian pulang lagi ke hotel

Apakah saya merasa menyesal telah membuang waktu dengan percuma? Nope, tidak sama sekali. Bahkan pada saat-saat saya tidak melakukan apa-apalah saya baru merasakan yang namanya “liburan”. Dengan hanya bersantai duduk-duduk menikmati secangkir kopi, saya bisa menenangkan diri saya dari segala aktifitas di luaran sana. Seolah menciptakan dunia “saya”, saya bebas melakukan yang saya inginkan dan tidak melakukan hal yang tidak saya inginkan.

This entry was posted in: Chipsy talks

by

A writer, Traveler, Culinary seeker, and for sure, a short minded guy who won't think further to decide to confirm cheap flight when the fare goes on promo :D

8 Comments

  1. ah betul sekali..itulah nikmatnya jalan sendiri,bsa mengubah plan trsrah kita…q pun sering klo lg bsan cuma diam d pngnpan ato cma duduk d pantai menikmati hidup..

    Like

  2. Pingback: Seven Exhausting yet Fun Tiers of Erawan Waterfall (Sawadee krup Bangkok, part 3) | Saya Minggat Dulu

  3. Haha kalo cil dulu pas waktu ngesurf di rumah teman cs, malah ngak pengen kemana2, stay dirumah aja , eh malah kepengen bersih2 rumah, jadi malah p bersih2 rumah deh :D, keluarnya pas udah sore, jalan kaki ampe jam 10 malam, tiba dirumah,lngsung ketiduran:D

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s