Nha Trang
Comments 6

Island Hopping yang Kocak di Nha Trang (Xin Chao Vietnam, part 7)

Hari ke tiga adalah hari terakhir kami di Nha Trang. Besok pagi-pagi sekali saya sudah harus meninggalkan kota ini menuju Hanoi, perhentian terakhir saya di Vietnam, dan Enda harus kembali ke HCMC. Jadi agenda hari ini adalah island hopping dan dua hari yang lalu saya sudah memesan paket tur di sebuah agen untuk hopping hari ini.

CIMG3377

Perjalanan menuju dermaga

CIMG3383

Dermaga dan kapal yang akan kami naiki

Selesai sarapan, kami dijemput sebuah mini bus menuju dermaga. Di dermaga sudah tampak banyak sekali turis-turis asing yang juga akan melakukan hopping. Tak lama menunggu, seorang pria menggiring kami ke sebuah kapal. Saya dan turis-turis lainnya memilih posisi favorit masing-masing di dalam kapal.

CIMG3393

tour guide kami

Dalam tur kali ini, turis-turis yang satu tur dengan kami lumayan beragam asalnya. Saya mengetahui hal ini ketika si tur guide mengabsen satu-persatu peserta tur berikut kewarganegaraannya. Ada yang berasal dari Vietnam, China, Korea, Australia, Belanda, Perancis, Jerman, dan tentunya Indonesia. Di awal-awal perjalanan, seperti biasa, masing-masing sibuk dengan grupnya–kecuali seorang pria gemuk dari Perancis yang begitu supel dan menghampiri setiap peserta tur untuk diajak mengobrol.

Perhentian pertama kami adalah sebuah pulau bernama Tri Nguyen island. Di pulai ini terdapat sebuah marine park. Dan satu-satunya alasan mengapa kami mampir kemari adalah untuk menikmati akuarium raksasa yang ada disini. Sayangnya saya dan Enda tidak terlalu tertarik untuk masuk–berhubung kami juga masih harus membayar untuk tiket masuk, jadi kami memilih untuk menunggu di dermaga bersama beberapa turis yang juga tidak masuk.

CIMG3397

Marine park yang ada di Tri Nguyen Island. Mulut Lion Fish itu adalah pintu masuknya

Mulai dari sinilah, saya dan Enda berkenalan dengan beberapa turis yang berasal dari Jerman (dua orang wanita), si gemuk dari Perancis, si jangkung dari Australia, dan sepasang muda mudi asal Belanda. Dari mereka, kami mengetahui bahwa semuanya memiliki rute perjalanan yang sama dengan saya, menjelajah Vietnam dari utara ke selatan (maupun sebaliknya).  Tidak hanya itu, beberapa dari mereka bahkan sudah memulai tur mereka dari Thailand maupun Laos.

Setengah jam kemudian, turis-turis yang masuk ke Marine park kembali ke kapal. Perjalanan pun berlanjut, dan mendadak saya beserta bule-bule yang tadi membentuk sebuah grup sendiri. Kami semua duduk di dek kapal sambil menikmati bir yang dipesan di kapal. Kami melanjutkan obrolan ngalor-ngidul kami hingga akhirnya kami tiba di sebuah pulau.

CIMG3417

Perkenalkan, grup bule saya selama island hopping. Percaya atau tidak, sampai sekarang saya tidak tahu siapa saja nama mereka karena kami bahkan nggak pernah saling memperkenalkan diri

Di pulau kedua ini, kami akan bersnorkelling ria. Seluruh penumpang kapal, termasuk saya dan Enda sudah bersiap-siap dengan pakaian renang kami. Si tour guide berdiri di suatu sisi dan memberitahukan kami agar kami memilih snorkle gear di dalam kotak yang telah disediakan. Begitu lengkap mengenakan masker dan fin, satu persatu, para turis melompat ke dalam air.

Tak lama setelah saya melompat, mendadak sekujur tubuh saya seperti ditusuk-tusuk oleh jarum. Dan tidak hanya saya, yang lainnya juga mengeluh gatal dan kesakitan. Saya pun segera memasukan wajah saya ke dalam air untuk mencari tahu apa yang ada disana. Ternyata di sekitar saya sedang melayang-layang ubur-ubur kecil yang tidak terhitung jumlahnya.

Spontan, hampir semuanya yang melompat ke dalam air langsung naik lagi ke kapal. Saya yang awalnya mencoba bertahan akhirnya menyerah juga. Semua teman grup bule saya yang tadinya sudah terjun ke air dan naik lagi ke atas kapal mengomel kesal sambil menggaruk-garuk badannya. Beberapa mengaku melihat ubur-ubur yang sangat besar. Perhentian kedua kamipun–lagi-lagi–diisi dengan nongkrong minum bir dan mengobrol.

Di perhentian ketiga pun tak kalah kocak. Kami diajak melihat-lihat keramba ikan di sebuah restoran seafood apung. Awalnya saya pikir kami akan makan siang disini. Ternyata disini kami akan dikenakan ekstra charge lagi apabila ingin mencicipi hidangan lautnya, sehingga akhirnya kami hanya duduk tanpa memesan apa-apa sambil menunggu panggilan untuk kembali ke kapal.

CIMG3405

Dan akhirnya, terdengar panggilan dari si tour guide dan kami semua naik ke atas kapal. Di dalam kapal, kursi-kursi yang ada di tengah dilipat dijajarkan memanjang dan menyatu menjadi sebuah meja yang panjang. Satu persatu piring-piring berisi masakan lokal diletakkan di atas meja yang telah dihamparkan karpet plastik sebelumnya. Ada lebih dari enam macam menu masakan yang disajikan per kelompok, seperti udang goreng, mi goreng, tumisan kangkung, cumi-cumi, ikan goreng, sup sayuran, telur dadar yang diisi sayuran, dan spring rolls. Begitu bakul-bakul nasi dan piring kosong diletakkan, semua langsung berhamburan ke tengah meja dan mengambili sajian yang ada.

CIMG3410

Seraya menikmati ombak yang tenang, kami semua menikmati makan siang kami dengan khusuk. Teman-teman bule pun banyak terlihat beringas kelaparan, menambah nasi dan lauk (bule juga manusia, toh?). Isi piring-piring yang ada di atas meja tandas hanya dalam hitungan menit, dan digantikan oleh piring-piring baru yang berisi buah-buahan sebagai pencuci mulut.

CIMG3412

Sambil menikmati hidangan buah-buahan, si tour guide beserta awak kapal lainnya mempersiapkan alat-alat musik seperti gitar dan drum sederhana. Kali ini adalah acara bersantai dihibur oleh band yang dipersiapkan oleh travel agent. Beberapa lagu lawas mancanegara dinyanyikan oleh si tour guide yang berperan menjadi vokalis. Well, suaranya sih lumayan bagus, dan terkadang ia suka melakukan gerakan-gerakan konyol yang memancing gelak tawa seisi kapal.

Setelah kehabisan lagu, ia tiba-tiba memberikan sebuah pengumuman. Setiap perwakilan negara yang ada di dalam kapal harus menyumbang lagu di atas panggung, tanpa terkecuali. Satu-persatu turis-turis dipaksa naik ke atas panggung dan unjuk kebolehan.

CIMG3423

Si bapak gemuk asal Perancis

CIMG3426

Pasangan dari Belanda

CIMG3422

Si jangkung dari Australia

CIMG3424

Si cantik dari Jerman

CIMG3420

Bapak-bapak dari Korea

599136_10151097577085759_567897664_n

Dan saya, si tampan dari Indonesia, hehe

Acara karaoke bersama pun selesai. Agenda berikutnya, merupakan agenda yang paling kami tunggu-tunggu. Floating bar!! Floating bar atau Bar mengapung adalah acara dimana semua penumpang terjun ke air dan berenang sambil menikmati minuman yang disajikan oleh seorang bartender–yang juga merupakan salah-satu awak kapal. Lagu-lagu ala clubbing pun diputar untuk meramaikan suasana. Intinya adalah, barnya dipindahkan ke tengah laut.

IMG_2032 IMG_2039IMG_2038

Sayangnya acara favorit kami hanya berlangsung sebentar. Hanya dalam waktu setengah jam, kami sudah harus naik lagi ke atas kapal dan melanjutkan perjalanan ke perhentian terakhir. Saya dan grup bule sengaja memperlambat gerakan renang menuju kapal karena kami masih betah berenang di perairan yang bebas ubur-ubur ini.

Dentuman musik berhenti, semua orang akhirnya naik ke atas kapal, dan kapal kembaali melaju menuju perhentian terakhir, sebuah pulau yang terletak dekat dengan Vinh Pearls (sebuah pulau berisi taman rekreasi seperti Dufan). Di pulau ini kami pikir akan melakukan trekking atau semacamnya. Namun dugaan kami meleset. Setelah membayar tiket masuk ke pulau, kami berjalan lurus ke sepanjang jalan setapak yang telah disediakan. Ternyata pulau tersebut merupakan sebuah pulau untuk leyeh-leyeh. Selain terdapat rumah makan, terdapat beberapa tenda beratap alang-alang yang menaungi deretan kursi-kursi malas.

CIMG3431

Vinh Pearl dari kejauhan

CIMG3437

Entrance

CIMG3439

CIMG3441

Spot photo yang ada di pulau ini

CIMG3446

Pondok tempat bermalas-malasan

Tentu saja saya dan teman-teman mati gaya, tidak tahu harus berbuat apa. Kami juga malas ke restoran untuk memesan makanan karena kami sendiri masih kenyang. Alhasil, kami hanya–untuk kesekian kalinya–duduk di kursi malas dan mengobrol.

Walaupun agak kecewa dengan penutup hopping kami kali itu, setidaknya kami tidak kecewa sendirian. Dengan rombongan teman-teman baru yang saya miliki tersebut, kami tetap bisa menikmati kebersamaan kami selama seharian penuh. Hingga perjalanan pulang ke dermaga Nha Trang, kami terus berhaha-hihi di atas kapal dan di dalam mobil yang mengantar kami ke penginapan masing-masing.

This entry was posted in: Nha Trang

by

A writer, Traveler, Culinary seeker, and for sure, a short minded guy who won't think further to decide to confirm cheap flight when the fare goes on promo :D

6 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s