Siem Reap
Comments 10

Heading to Siem Reap (Hi Cambodia, part 3)

Good morning Phnom Penh… well, it’s too early I guess. Sekarang sudah pukul 07.30 waktu setempat. Dan sebagai seorang traveler yang jarang memburu sunrise, ini sangat kelewat pagi buat jam bangun saya. Saya sudah berkemas-kemas dan menunggu minibus yang akan menjemput. Hari ini saya akan bertolak ke Siem Ream, perhentian saya berikutnya.

Setelah menjemput penumpang lainnya, mobil melaju menuju pool bus yang akan membawa kami ke Siem Reap. Tidak ada yang terlalu istimewa dari perjalanan ke Phnom Penh ke Siem Reap, terkecuali ketika melewati beberapa perkampungan. Satu hal yang saya sukai, di tiap perkampungan, suasana perumahan yang berjajar hampir  nampak seragam. Rumah-rumah panggung sederhana berdinding papan, dan rawa di depan tiap rumah yang ditumbuhi dengan teratai-teratai merah muda yang baru saja bermekaran.

CIMG3904

Setelah kurang lebih delapan jam duduk manis di dalam bus, akhirnya saya tiba di pool bus, entah itu stasiun ataupun pool bus biasa. Begitu turun, saya langsung mengadakan jumpa fans dengan para sopir Tuktuk. Sopir-sopir tersebut, seperti layaknya sopir-sopir public trans, berebutan menawarkan tuktuknya untuk mengantar para penumpang. Dengan anggun dan jumawa, saya keluar dari bus, berjalan agak menjauh seolah tidak membutuhkan mereka.

Dan ketika riuh keramaian mulai menyurut dan tinggal satu dua sopir tersisa, baru saya dekati salah satunya dan bernegosiasi. Mengacu pada Lonely planet (LP), saya menawar tidak lebih harga yang  tertera di buku. Harga disepakati pada USD 2, sang sopir mempersilahkan saya untuk masuk ke dalam Tuktuk. Tuktuk perlahan meninggalkan pool, melewati jalan kecil berbatu sebelum akhirnya menembus jalan raya yang sore itu lumayan ramai oleh kendaraan–meski tidak sepadat di Phnom Penh.

Untuk ukuran USD 2, harga yang disepakati oleh saya dan sopir Tuktuk ternyata sepadan dengan jarak yang ditempuh. Penginapan yang saya tuju lumayan jauh dan memakan waktu sekitar 15 menit perjalanan dan wajar saja apabila di LP dipatok harga kurang lebih sekian.

CIMG3912

CIMG3914

CIMG3917

Di sepanjang perjalanan, sopir Tuktuk (seperti supir-supir transportasi publik pada umumnya) menanyakan darimana saya berasal, berapa lama saya akan tinggal disini, rencana saya apa saja selama disini, yang pada akhirnya dia menawarkan diri untuk tur sehari penuh ke Angkor Wat dengan harga USD 13. Sedari yang saya baca, harga untuk sewa Tuktuk dengan rute kecil Angkor Wat (tersedia rute  besar dan rute kecil) memang sekian. Saya pun coba menawarn menjadi USD 12, dan puji Tuhan disetujui oleh sang sopir. Ia berjanji akan menjemput saya di penginapan jam delapan pagi besok.

Tuktuk pun berhenti di depan gerbang penginapan saya dan lagi-lagi saya mengingatkan dia bahwa harga yang disepakati adalah USD 12. Bukan apa-apa, dari apa yang saya baca di berbagai situs internet, terkadang sopir-sopir melakukan trik curang seperti pura-pura lupa dengan harga yang disepakati dan akhirnya dia menaikkan harga semau-mau dia saat tur selesai. Melihat senyumnya yang tulus dan secarik kartu nama yang ia berikan, sepertinya ia bukan tipe sopir yang suka tipu-tipu. But then again, who knows? We cant judge a book by its cover, right?

Tuktuk pun pergi, dan saya masuk ke dalam penginapan. Usai cek in, seorang pria mengantarkan saya ke kamar yang saya book. sebuah kamar privat dengan double bed, air con, kamar mandi dalam plus TV (meski hanya 14 inci) seharga tidak lebih dari USD 14. Saya beristirahat sejenak sambil membuka-buka LP saya, melihat peta dan mencari tahu dimana letak Le Pub dan Night Market yang berdekatan.

Berhubung saya sedang malas membawa-bawa LP, saya menggambar asal peta dari penginapan ke Night Market. Saya mandi sebentar dan leyeh-leyeh sampai akhirnya malam menjelang dan saya keluar dari penginapan. Saya berjalan kaki menuju Night Market selama kurang lebih setengah jam, Dan sebelum tiba di Night Market,  terlebih dahulu saya memesan tiket di sebuah travel agent  untuk keberangkatan ke Bangkok lusa nanti.

Cukup mudah menemukan Night Market karena dari kejauhan sudah terlihat kerlap-kerlip lampu yang menggantung di atas jalanan dan merangkaikan sebuah tulisan “Night Market”. Saya memasuki sebuah gang yang sepertinya cukup untuk dilalui sebuah mobil. Di ujung gang tersebutlah Night Market berada. Seperti pasar malam pada umumnya, Night Market menjual berbagai pernak-pernik dan oleh-oleh khas. Tentunya setelah kalap berbelanja di Vietnam dan Psar Russia, saya hanya bisa menahan diri untuk tidak berbelanja lagi disini.

Meski tidak puas hanya dengan melihat-lihat, saya buru-buru meninggalkan Night Market karena takut tergoda untuk belanja. Saya lanjutkan perjalanan saya menuju Le Pub yang berada di sisi lain jalan utama. Le Pub kurang lebih seperti Legian di Bali. Terdapat kafe dan  pub-pub pinggir jalan yang tidak hanya menyajikan makanan dan minuman tetapi juga live music. Sayangnya hari itu, musik ditiadakan untuk menghormati sang Raja yang baru saja meninggal dunia.

CIMG3925

CIMG3931

Saya berhenti di sebuah bar bernama Angkor What (pelesetan dari Angkor Wat). Saya memesan dua botol bir sembari menikmati lalu lalang para turis yang sedang melihat-lihat berkeliling. Kawasan ini sangat ramai dengan pengunjung. Dapat saya saksikan, semakin malam, semakin banyak orang-orang yang memadati, baik anak muda, keluarga maupun lansia.

Hari semakin larut dan saya mulai mengantuk, saya pun kembali ke penginapan. Sebelum tertidur lelap, saya iseng online. Ketika sedang mengecek FB, saya mendapat sebuah email dari teman yang baru saya temui di HCMC. Omar! he is in Siem Reap too!! Kebetulan ia sedang online, langsung saja saya mengatur janji temu dengannya. Ternyata ia juga akan berkunjung ke Angkor Wat besok. Sayangnya ia juga telah mencarter Tuktuk, jadi kami tidak mungkin sharing Tuktuk. Akhirnya disepakati, besok kami akan bertemu di gate ticketing  dan melakukan Tuktuk race di Angkor Wat.

It must be a great day tomorrow…

This entry was posted in: Siem Reap

by

A writer, Traveler, Culinary seeker, and for sure, a short minded guy who won't think further to decide to confirm cheap flight when the fare goes on promo :D

10 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s