Publication
Comments 14

I’m Not A Backpacker, Sebuah Perjalanan Panjang (Road to ASEAN ESCAPE PART 2)

Adalah mimpi setiap orang yang gemar menulis untuk menyaksikan buah karyanya terpampang nyata di rak rak toko buku seantero kota, memperhatikan dari jauh orang-orang yang antusias membawa serta jilidan buku tersebut ke meja kasir atau sekedar mencuri baca dengan tekunnya.

Dan saya adalah salah satu “sigemar menulis” itu.

Sejak kecil, rak buku adalah area favorit saya setiap kali berkunjung ke mall. Saya bisa betah berlama-lama sekedar berdiri menumpang baca di toko-toko buku. Dan sejak itulah, saya mulai berangan-angan, suatu saat nanti saya bakalan mendapati karya saya sendiri di rak-rak ini!

Yap, my dream is as simple as that! Saya mulai tertarik menulis cerpen-cerpen alay, sampai akhirnya berkomitmen penuh mencoba menulis sebuah novelette. Nggak ada satupun yang berani saya publish, semuanya hanya dinikmati oleh segelintir teman-teman di sekolahan ataupun kampus. My loyal readers are my classmates.

Sampai suatu kali saya iseng mengirimkan novelette saya ke beberapa penerbit yang kemudian hanya membuahkan penolakan setelah berbulan-bulan penantian. Nggak ada yang tertarik menerbitkan karya saya, and that makes me feel like “Ada yang salah dengan tulisan sayakah?” Merasa down, saya jadi malas menulis, vakum bercumbu dengan kertas-kertas dan tinta, menutup buku dari segala aktivitas berimajinasi.

Beberapa tahun berikutnya, ketika resign dari pekerjaan, saya digoda oleh hobi baru, traveling! Kebetulan saat itu sedang demam tiket promo, banyak maskapai penerbangan menawarkan harga tiket perjalanan di luar logika. Saya pun keranjingan ngetrip, promo kemanapun –asalkan ada waktu kosong dan budget memadai—langsung saya sikat, baik destinasi dalam maupun luar negeri.

Dan semakin sering traveling, gairah menulis yang dulu mendadak terketuk. Pikir saya saat itu, why not writing a travel blog? Seenggaknya walaupun nggak ada yang membaca, saya bisa merecord perjalanan-perjalanan saya dan bisa membacanya ulang kapan aja. Dan jadilah berbekal WordPress gratisan dengan template seadanya, lahirlah travel blog newbie saya yang saat itu masih berjudul “Saya Minggat Dulu”.

Ya, gairah menulis itu kembali hadir, dan impian “Having my own book set on bookstores” kian menggaung di kepala. Acapkali mampir ke sudut rak “traveling” mendapati buku karya beberapa traveler yang saya kenal terpajang disana seolah sedang berkata, “So, buku elo kapan bro???”

ARGHH buku gue kapan?? Katanya pengen punya buku sendiri. Dari dulu udah ngimpi pengen ngeliat karya sendiri mejeng manis di rak-rak buku. Tapi mana? Sampe sekarang, satu karyapun belom juga mampir di toko buku! Temen elo sampe udah nelorin dua buku, dan elo masih leha-leha cantik dengan mimpi-mimpi manis elo!

Akhirnya saya putuskan untuk fokus, mengumpulkan beberapa bahan tulisan, menilik artikel-artikel lama dan berusaha mencari benang merah yang bisa saya angkat untuk menjadi sebuah buku. Bersemedi siang malam memohon wangsit dari yang kuasa, diselingi berkutat dengan koleksi buku-buku yang ada di lemari, akhirnya tercetuslah ide I’M NOT A BACKPACKER SERIES.

Seri pertama berjudul ASEAN ESCAPE pun saya lempar ke beberapa penerbit sekaligus dengan harapan salah satunya bakal nyantol. Awalnya sih masih trauma sama penolakan yang dulu-dulu. Tapi nggak tahu kenapa, saya sedikit optimis untuk karya yang satu ini. Dan bener aja, setelah kurang lebih tiga tahun mencicil perjalanan, tiga tahun pula menggodok tulisan, dan tiga bulan penantian menunggu jawaban penerbit, akhirnya sebuah titik pencerahan mencercah di bulan Februari awal 2015 lalu. Gramedia Pustaka Utama menjawab proposal naskah saya dengan kalimat “Kami tertarik menerbitkan naskah anda!”

Kegirangan nggak jelas–saat membaca email tersebut, saya sedang berada di Tasmania bersama host bule yang menampung saya tinggal beberapa hari–saya sumringah semringah-mringahnya! Langsung saja saya balas email tersebut. Saya cancel proposal naskah saya ke penerbit lainnya dan fokus melanjutkan komunikasi intens dengan Gramedia Pustaka Utama setibanya di Indonesia. Yes baby, I’M NOT A BACKPACKER SERIES is officially born! Bukan hanya satu, tapi bakalan ada banyak buku!!

Yup, I’M NOT A BACKPACKER SERIES bakalan ngebahas tentang negara-negara yang udah pernah atau bakalan saya kunjungi dalam waktu dekat. Sssttt, off the record ya, di project plan saya sudah ada tujuh (7) seri I’M NOT A BACKPACKER yang siap digodok satu-satu loh! Jadi, sembari menunggu my precious first born “baby” bernama ASEAN ESCAPE, saya sedang on my way mempersiapkan adiknya yang berjudul… err kasih tau nggak eaaa??? Ntar aja kali yah, biar Surprise 😀

Nah, udah siap menyambut kelahiran serial pertama I’M NOT A BACKPACKER SERIES yang bertajuk ASEAN ESCAPE ini? Stay tune yah, karena sebentar lagi ASEAN ESCAPE bakalan siap menginvasi rak buku kota-kota kesayangan kamu. Buku ASEAN ESCAPE ini bakalan ngajakin kamu semua menjelajah setiap sudut kota di Asia Tenggara.

Buku ini nggak cuma berisi kisah-kisah menarik, tapi juga bertaburan dokumentasi foto yang bakalan membuat kamu makin gregetan pengen segera book tiket dan berangkat kesana.

Data Buku:

Judul: IM NOT A BACKPACKER-ASEAN ESCAPE
Tebal: 340lbr
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: IDR 75.000,-

Buku ASEAN ESCAPE ini bakal dikemas ke dalam sebuah pouch manis dengan kutipan traveling untuk 150 preorder pertama!! Yup, ASEAN ESCAPE segera meluncur ke tangan kamu! Kamu bisa langsung pre-order dengan cara sebagai berikut:

1. Cek ongkos kirim pada: http://www.jne.co.id/ (pengiriman dari jakarta selatan dan Metro/lampung)
Ps. Untuk pengiriman area jabodetabek dan lampung bebas ongkos kirim

2. Transfer pembayaran (buku plus ongkir) ke:
BCA a.n. Hendra: 1170742482

3. Order buku dengan mengirim pesan ke:

a. Hendra14486@yahoo.com
b. message ke BB 7FACF17F

isi pesan berupa:
-subyek: ASEANESCAPE
-data pembeli pada isi email: nama, alamat lengkap, nomor hp/ telp yang bisa dihubungi
-melampirkan scan/ foto bukti pembayaran

4. Pre-order akan officially dicatat ketika email bukti pembayaran diterima

5. Para pre-order tentunya mendapatkan priviledge untuk memperoleh bukunya lebih awal, lengkap dengan tanda tangan dan pouch cantik serba guna dengan quote traveling penyemangat

Jadi tunggu apalagi, grab the book ASAP!!

11959998_798158080303369_6931185442699207348_n

14 Comments

  1. Pandaaahhh hebattt,,, aku juga punya mimpi yang sama tapi sampai sekarang belum kesampaian ahahahaha… nanti klo bukunya uda nangkring di toko buku Jombang aku janji beli deh 🙂

    Like

    • Ih kamu kan udah berkeliling sana sini. Pasti bahan racikan udah ngegunung tuh. Ayo cuss buruan dikebut, kutunggu dudamu… err maksudnya bukumu

      Ps. Mau dong dibantuin promo bukunya sama artis sekelas Alid 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s