My Simple Tips, recent post
Comments 15

Tips Ngegembel di Eropa bareng Keluarga

Ngetrip bareng keluarga terkadang membutuhkan kinerja ekstra. Drama-drama yang kita hadapi ketika ngetrip bersama keluarga biasanya lebih lebay ketimbang saat sedang ngetrip sendiri. Beberapa pekan lalu saya bersama keluarga berkesempatan untuk plesir cantik ke sejumlah negara di Eropa. Dan seperti trip-trip keluarga sebelumnya dimana kami memang nggak pernah membook paket tur dari travel agent, kali itupun kami mengandalkan itinerari yang saya buat untuk berkeliling kota.

Serunya trip kali, keluarga saya belajar banyak hal baru yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Ini kali pertama mereka menginap di dorm bersama 3 turis asing. Pertama kalinya juga bagi mereka terlantar di antah berantah, entah guling-gulingan di rerumputan taman menanti keberangkatan bus, entah terkapar di bandara berjam-jam menanti penerbangan. Mereka juga saya paksa untuk naik bis malam berjam-jam lamanya untuk pindah dari satu negara ke negara lain. Intinya, trip kali ini level capeknya sedikit dieskalasi.

Meski banyak hal yang membuat saya agak stres karena ternyata trip bersama keluarga ke Eropa lebih bikin degdegserr ketimbang ke negara-negara Asia pada umumnya, so far saya cukup berbangga karena Fameurope-trip ala gembel kali ini sakseuss lancar jaya. Nah berikut ini saya pengen sedikit berbagi beberapa tips ngegembel di Eropa bersama keluarga ala saya ^_^ semoga bermanfaat yah.

Ingatkan Untuk:

1. Less Rice, more Sandwich

Yaaa sebenarnya harus dimaklumi sih, budaya pangan orang Indonesia nggak bisa terlepas dari nasi. Mau makan sebanyak apapun, kalau belum ketemu nasi ya perut nggak akan terisi dengan paripurna. Oleh karena itu sedari awal berangkat udah dihimbau kalo pagi-pagi biasanya bule nggak pernah makan berat, siang dan malam pun bule Eropa cenderung makan roti, mash potato, pasta ataupun apalah-apalah. Jadi, unless kamu bawa beras sendiri dari rumah atau beli di restoran Asia yang terlokalisir di beberapa spot tertentu.

2. Selalu jaga barang bawaan

Beritahu keluargamu bahwa di beberapa kota, obyek wisata turistik atau stasiun bawah tanah dan tentunya kereta/ bus yang ramai adalah sasaran empuk para pencopet. Untuk itu pastikan tas selalu disampirkan ke depan, letakkan uang di tempat terpisah (jangan disatukan, amit-amit kalo kecopetan kan masih banyak cadangan). Jangan sembarangan meletakkan ponsel, kamera atau barang berharga di tempat terbuka (seperti di meja atau di kursi di tempat umum).

3. Alert terhadap segala bentuk peraturan

Semakin maju sebuah negara, maka semakin buanyaaak peraturan yang diberlakukan, baik tertulis maupun nggak. Contohnya aja nggak boleh nyeberang sembarangan, nggak boleh buang sampah sembarangan, selalu berdiri di sisi eskalator yang ditentukan, dan segala tetek bengek aturan lainnya.  Jadi berhubung biasanya kita yang lebih alert sama hal-hal tersebut, ada baiknya kita sampaikan juga saat sedang berpergian.

4. Kalo nggak beli, mending nggak usah mampir atau nanya harga atau ngelirik dagangan orang.

Sebenarnya nggak masalah sih lirak-lirik cuci mata dagangan lapak pinggir jalan. Tapi terkadang di beberapa tempat pedagangnya terlampau sangat agresif. Meski cuma iseng nanya “how much?” dan nggak beli, mereka bisa mencecar kamu untuk menentukan good price. Bagi mereka, gimana caranya, transaksi harus terjadi. Dan parahnya, ada sejumlah pedagang yang bisa berubah sangat galak dan kasar begitu mengetahui kita nggak jadi beli.

5. Beradaptasi dengan Culture Shock

Banyak hal-hal baru yang tentunya membuat keluargamu mengalami culture shock. Mulai dari makanan serba roti, bebersih pakai tisu seusai buang air besar, sampai “gaya berpacaran bebas” ala kissing-kissing para bule. Make them understand, this is Europe, get over it. Kasih mereka pengertian bahwa ngetrip di Eropa bukan cuma sekedar menikmati pemandangan menarik atau makanan enak, tapi juga mencoba memahami perbedaan yang ada tanpa harus menjudge ina ini anu.

6. Jangan Berisik!

Ada tempat-tempat tertentu dimana sebaiknya kita nggak terlalu keras mengobrol, atau sebaiknya nggak bersuara. Contohnya di sejumlah kereta ataupun ruangan-ruangan publik, di museum, galeri  dan pastinya di ruang tidur dormitory (kalo misalnya ngajak keluarga nginep di Dorm yah)

Perhatikan Baik-Baik:

1. Mood Keluarga

Coba agak sedikit peka untuk memahami kapan mereka sedang jenuh, kapan mereka sedang lelah, kapan mereka sedang antusias dan kapan mereka sedang ingin berlama-lama di suatu tempat. Jangan memaksakan itinerari yang kita buat untuk dijabani semuanya. Terkadang ada saat dimana mereka malah pengen menikmati hal-hal yang menurut kita nggak menarik. Ada saat dimana mereka nggak kepengen masuk ke obyek wisata yang kita tunjuk. Kenali benar apa yang menjadi preferensi mereka ^_^

IMG_5532

2. Kelengkapan Anggota Keluarga

Kadang ada beberapa anggota keluarga yang tiba-tiba nyangkut di butik baju, toko oleh-oleh, atau malahan di keramaian karena kepincut bule #ihiyy. Oleh karena itu, Beberapa menit sekali selalu pastikan bahwa grup member selalu lengkap paripurna.

3. Immigration Moment

Dibanding saat sedang solo traveling, loket imigrasi bakalan kelihatan lebih spooky saat berpergian bersama keluarga. Karena meski kebanyakan petugas membiarkan seluruh anggota keluarga bergerombol di depan loket, ada juga sebagian yang mengharuskan antrian satu-persatu. Bayangin dong, gimana seandainya ada satu-dua anggota keluarga yang nggak lolos imigrasi karena bingung ngejawab pertanyaan dari petugas imigrasi? Bubarlah itu agenda liburan bareng, secara nggak mungkin kita tinggalin member yang nyangkut? Nah, oleh karena itu sebaiknya biarkan para anggota keluarga terlebih dahulu mengantri paling depan di barisan dan menghadap petugas. Pastikan mereka semua lolos sebelum paspormu diperiksa petugas. Jadi kalo ada apa-apa kan kamu bisa maju ke depan untuk membantu menjawab.

Semoga bermanfaat yah 😀

IMG_5477

15 Comments

  1. juara nih tips-tipsnya….jujur aku belum berani ngegembel ngajak keluarga, takut pada culture shock atau sakit hehehe

    Like

    • kemarin pada tepar semua sih di tengah jalan. Tapi disiasatin aja kalo cape ya duduk-duduk dlu di taman atau di beberapa meeting point hehe. Biasanya orang tua sukanya duduk-duduk di taman sambil liat-liat lalu lalang gitu hihi. Moga-moga bermanfaat yah

      Like

  2. Bermanfaat banget nih tips nya Nda. Cuma kayaknya kalau bawa keluarga bakal lebih repot ya, walaupun mungkin bahagianya beda.

    Like

    • Hadeuhh stresnya berkali lipat barty haha. Mulai dari drama stuck di imigrasi karena mereka ga bs bahasa inggris, drama kaget karena tidur rame rame di dorm, drama cape keliling2 kota, drama riweh nyari restoran asia dan nasi, dan puluhan drama lainnya haha. Tapi after all, the best moment emang ngetrip sama keluarga. Kapan lagi bisa ngeliat mereka seneng menikmati suasana negara baru huhu

      Liked by 1 person

      • Ah iya, itu juga yang selama ini kepikiran di kepalaku. Terutama stuck di imigrasi karena masalah bahasa. Kalau adek2 sih bisalah bahasa Inggris dikit2, kalau nyokap khan gak terlalu. Tapi nyokap pengen diajak jalan-jalan jauh hahahaha.

        Ah itu pastinya ya Nda, liat mereka senang, dan balik ke rumah dengan sejuta cerita, pasti terbayar segala lelah dan stress nya.

        Like

      • Cerita cape dan segala drama yg jadi headlines seru bahan gegosipan kalo ketemu temen temennya haha. Seneng si denger mereka cerita ttg cape dll dkk tapi dengan antusias ceritanya. Tandanya walo cape tapi fun jg ya bwt mreka haha

        Like

      • Pada akhirnya sih capenya gak dihitung ya, karena segala hal yang nyusahin di jalan itu kapan-kapan dikenang sambil ketawa atau senyum-senyum 🙂

        Like

      • bangettts Barty, bete beteannya ya pas di jalan aja, abis itu di rumah ya cuma jadi bahan ketawaan aja. ayo keluarganya diajakin ngegembel, mereka pasti ketagihan kok hihi

        Liked by 1 person

      • Hihi insya Allah bisa nyusul segera ya Nda ,,, pengen tapi belum pas rejeki dan waktunya hehehe

        Like

    • yuakin seyakin yakinnya nih bawa beras haha, riweh si masak sgala, padahal di beberapa negara banyak yg jualan nasi hahaha. hayu buruan cari istri biar bisa diajak jalan rame rame hehe

      Like

  3. tips2 untuk melewati imigrasi di bandara dengan lancar gimana ya ?

    utamanya jika pergi bersama keluarga ayah ibu dan adik kakak dimana ibu ayah gak bisa bahasa inggris

    Like

    • sebaiknya sih kita duluan yang maju, gimana caranya atur barisan supaya jangan tiba-tiba dapet giliran pengecekan berbarengan di booth imigrasi yang beda-beda, supaya misalkan kita selesai duluan, kita bisa ngawasin sodara lainnya yang tiba-tiba kecantol. Pengalaman aku dulu sih gitu. aku kelarin dulu urusan aku, biar abis itu bisa ngawasin mereka dari balik booth hihi

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s