Italy, recent post
Comments 12

To Do List in Rome

Buongiorno a tutti!

Selamat pagi Roma yang begitu cerah meriah di musim panas. Terik mentari menyambut saya dan keluarga yang siap mengeksplor kota sarat akan peninggalan peradaban terbesar di dunia ini. Berhubung sebelumnya saya sudah pernah mengunjungi kota ini setahun sebelumnya, saya cukup merasa percaya diri untuk mengajak mereka jalan-jalan berkeliling. Ya, luas kota Roma masih bisa ditakhlukan dengan langkah-langkah kaki, meski beragam moda transportasi seperti metro dan bus siap mengangkut siapa saja dengan nyamannya.

Rome wasn’t built in one day!

Konon kabarnya Roma memperoleh namanya dari salah satu nama pendirinya, Romulus yang diceritakan membunuh saudaranya, Remus, seteah sama-sama berinisiatif membangun kota tersebut. Sejarah mencatat bagaimana Kekaisaran Romawi kuno sempat mendominasi Eropa Barat hingga Laut Tengah di bawah kepemimpinan Julius Caesar. Didirikan sejak tahun 753 SM, Roma sempat menjadi kota terbesar di dunia pada tahun 100 SM- hingga 400 M.  Jejak peninggalannyapun tersebar, tidak hanya pada bangunan-bangunan  dan artefak, tetapi juga pada nilai-nilai dan sistem budayanya–masih inget dong dengan istilah Pax Romana yang mendunia itu?

Pasang surut kedigdayaan bangsa yang pernah berkuasa sekitar 500 tahun ini dimulai dari pergantian bentuk pemerintahannya yang semula Monarki, beralih ke republik dan lalu menjadi kekaisaran. Roma mengalami sekian pergantian tampuk kekuasaan dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya lainnya, seiring dengan ambisi besar mengekspansi sejumlah wilayah di sekitarnya dan mengelolanya dalam satu kepemimpinan tunggal. Hingga kemudian terbagi dua di timur dan barat, pada akhirnya kekaisaranpun terpaksa runtuh tidak hanya karena desakan serangan dari musuh-musuhnya, namun juga oleh karena ketidak-mampuan para penerus untuk mempertahankan keutuhan wilayahnya.

Dan demikianlah, kejayaan bangsa ini hanya tinggal kenangan. Didaulat menjadi ibukota negara Italia, kini Roma dihuni oleh lebih dari dua juta delapan ratus penduduk, dengan luas wilayah 1285 km persegi. Kaya akan bangunan bersejarah yang begitu artistik, Roma tentu menjadi destinasi wisata favorit di Italia pada khususnya dan di Eropa pada umumnya.

Nah tanpa banyak cincong lagi, yuk kita simak obyek wisata apa aja yang bisa dikunjungi di kota ini:

Colloseum

Konsisten menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia, ampiteater raksasa ini merupakan arena pertarungan antar gladiator, tahanan hingga binatang buas pada masanya. Colloseum dibangun kurang lebih selama 10 tahun, terhitung dari tahun 70 hingga 80 M. Mampu menampung sekitar 50.000 orang dengan 80 buah pintu masuk, Colloseum dibangun setinggi 48 meter. Stadion ini berbentuk oval, dengan dasar lantai berlapis pasir untuk menutupi jejak darah pertarungan.

Ada baiknya kita nggak cuma berfoto di depan maha karya ini. Dengan mengunjungi bagian dalamnya, kita bisa meresapi atmosfir Romawi kuno melalui bilik-bilik batu yang menjadi saksi kejayaan bangsa tersebut. Bayangkan melalui podium-podium berundak, bagaimana ketegangan dan pertarungan saling bantai terjadi di dalam bangunan seluas 2.5 h.a ini.


img_4141

Forum Roma

Kompleks alun-alun pusat pemerintahan kota Roma kuno ini terletak tidak jauh dari Colloseum. Disinilah pada jaman dahulu segala aktifitas bermuara, baik yang sifatnya administratif seperti pertemuan para senat, pidato kenegaraan, proses peradilan hingga kegiatan komersil. Disini kita dapat menemukan sejumlah reruntuhan bangunan penting seperti kuil-kuil pemujaan dewa-dewi, basilika-basilika, mahkamah peradilan, alun-alun utama dan beberapa arch.

img_4124

Fontana de Trevi

Kolam air mancur yang namanya sudah mendunia ini merupakan kolam air mancur bergaya Barok tertinggi di kota Roma. Berhiaskan patung besar sang Oceanus yang mengendarai kerang raksasa, kolam ini adalah salah satu waduk penyuplai ketersediaan air di kota pada jaman Romawi kuno.

Hal menarik yang selalu dilakukan para turis adalah melempar koin ke kolam dengan tangan kanan melalui bahu kiri dipercaya bahwa permohonan yang diucapkan akan terkabul. Kepercayaan ini merunut pada tradisi Romawi kuno dimana dulu warga melemparkan koin ke kolam yang dipercaya sebagai persembahan pada dewa air agar perjalanan mereka dilindungi dan mereka kembali ke Roma dengan selamat  Oleh sebab itu, kita bisa melihat ratusan atau mungkin ribuan koin berserakan di dasar kolam.

img_4215

Pantheon

Duduk-duduk di salah satu restoran yang menghadap langsung ke Pantheon sambil menikmati sepiring pasta atau sekadar menyesap secangkir Capuccino adalah salah satu kegiatan favorit saya. Nama Pantheon diambil bahasa Yunani Pantheion yang berarti Rumah para Dewa. Bangunan ini didirikan pada masa kekaisaran Agustus tahun 27 SM-42 M dan beralih fungsi menjadi gereja pada tahun 7 M hingga saat ini. Selain itu, Pantheon juga dijadikan tempat pemakaman para raja dan orang-orang terkenal. Tercatat dua raja Italia, yakni Vittorio Emmanuelle II, Umberto I beserta istrinya Margherita dan Pelukis Raphael dikuburkan dalam bangunan ini.

Pantheon memiliki struktur bangunan yang khas, yakni pilar-pilar yang terpancang di serambi depan berikut kubah raksasa yang mendominasi. Tidak lupa berdiri kokoh dan tegak mengangkasa sebuah obeliks di pusat Piazza de la Rotonda, alun-alun yang berada tepat di depan Pantheon.

img_5097

Castel Sant’ Angelo

Pernah menjadi bangunan tertinggi di Roma, Kastil yang turut dijadikan lokasi syuting Angel and Demon ini awalnya didirikan sebagai Mausoleum bagi kaisar Hadrian dan keluarganya. Bangunan yang berada di tepi sungai Tiber ini ini kemudian beralih fungsi, mulai dari kediaman para Papal Vatikan, penjara, benteng pertahanan dan akhirnya kini menjadi sebuah museum. Tidak hanya berhiaskan patung malaikan Mikael sang pemanah, kastil ini juga dipercantik oleh sebuah jembatan di hadapannya yang membentang di atas sungai Tiber. Sejumlah patung-patung malaikat yang berderet menghiasi sisi-sisi jembatan tentunya semakin membuat foto-foto kamu instagrammable banget 😀

img_5076

Piazza Navona

Alias alun-alun Navona. Penampakannya yang instagrammable banget membuat siapa saja betah berlama-lama baik sekedar duduk-duduk menikmati pemandangan ataupun mencari angle foto terbaik. Alun-alun yang dibangun pada tahun 1 Masehi ini mulanya diperuntukan bagi perhelatan sejumlah pertandingan. Namun seiring waktu, beralih fungsi menjadi lokasi pertunjukan teater maupun berbagai perayaan.

Terdapat tiga buah kolam, dimana Fontana Dei Quattro Fiumi atau Kolam Empat Sungai menjadi primadona. Fontana Dei Quattro Fiumi tidak hanya berhiaskan sebuah obeliks yang menjulang tinggi ke angkasa, namun juga empat patung dewa sungai yang merepresentasikan sungai-sungai di empat benua di dunia (Gangga di Asia, Danube di Eropa, Nil di Afrika dan Rio de la Plata di Amerika) . Jika kamu pernah menonton Angel and Demon, kolam ini sempat dijadikan salah satu setting tempat dimana salah satu kardinal berusaha dibunuh.

img_5083

12 Comments

  1. Gak pernah mupeng pengen ke Roma, tapi setelah baca tulisanmu ini, jadi pengen kesana Nda. Memori kamera harus bawa ekstra, pasti bakal cepat penuhnya 😀

    Like

    • bisa orgasm bolak balik barty, banyak reruntuhan peninggalan yang keren2. Tapi ati-ati, kebanyakan bisa over dosis batu doang jadinya eneg kalo nggak tau kisah dibalik tempat-tempat keren itu, hihi.

      Liked by 1 person

  2. dan yang paling mendunia itu “banyak jalan menuju Roma” haha kalo itu sejarahnya darimana ya..
    Roma ini cocok ya buat traveller yang suka bangunan bersejarah..

    Like

    • Nah itu dia, sampe sekarang saya juga masih blank itu pepatah muncul darimana ya. hahaha.
      Rome bikin orang-orang yang suka sejarah super orgasm banget! banyak reruntuhan-reruntuhan bertebaran di berbagai sudut. Pokoknya kalau rajin baca latar belakang sejarah tiap reruntuhan pasti seru banget hunting mereka

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s