Been There, Belarus, recent post
Comments 7

Warisan Soviet di Minsk, Ibukota Belarus

Begitu kebijakan “5 days free visa” diberlakukan oleh negara Belarusia, saya yang kebetulan tahun lalu memiliki agenda trip ke Rusia langsung saja menyisipkan negara pecahan Uni Soviet ini ke dalam itinerari perjalanan saya. Mumpung negaranya juga saling bertetangga, nggak ada salahnya dong mampir sebentar. Namun acara mampir sebentar ini ternyata membutuhkan sedikit ekstra usaha. Meski letaknya hanya sepelemparan batu di seberang Rusia, priviledge “5 days free visa” ini hanya bisa dinikmati melalui perjalanan udara–a.k.a. nggak berlaku di border darat. Selain itu, entah bagaimana prosedur yang disepakati kedua belah pihak, para wisatawan asing nggak bisa serta-merta masuk ke Belarusia langsung dari Rusia dan sebaliknya. Dengan kata lain, turis mancanegara harus melalui lain sebelum masuk ke negara Soviet terakhir ini–contohnya saya pribadi, dari rusia saya harus melipir ke Lituania sebelum terbang ke Belarus.

Sedikit sejarah, Belarusia lahir sebagai Soviet Byellorusian Socialist Soviet Republic (BSSR) oleh kaum Bolshevik  pada tahun 1919 dan bersama dengan Ukraine SSR, Transcaucasian Socialist Federative SR dan Russia Soviet Federative SR membentuk Uni Soviet pada tahun 1922. Menjelang keruntuhan Uni Soviet pada Desember 1991, empat bulan sebelumnya BSSR melepaskan diri dari salah satu kekuatan adidaya tersebut dan memerdekakan diri menjadi Republik Belarusia hingga saat ini.

Sebagai salah satu pendiri Soviet, tentunya dengan mudahnya kita menemukan sejumlah peninggalan yang tersebar di sejumlah fasilitas umum di Belarusia. Khususnya di Minsk, sang ibukota yang digelari “Hero City” bersama dengan dua belas kota bekas anggota Soviet lainnya, jika kita jeli, kita dapat menjumpai lambang Uni Soviet berupa palu arit, bintang merah dan gandum pada setiap fasilitas umum. Kota yang sejatinya sudah ditemukan sejak tahun 1067 ini sempat mengalami kehancuran besar-besaran pada perang dunia ke dua, sebelum akhirnya direvitalisasi dengan gaya yang lebih modern dan segar.

Ya, grand design-nya adalah, Minsk akan dibangun dengan image “the true capital of Soviet socialist republic”, yang juga merangkap sebagai pusat kawasan industrial. Jalan-jalan raya dibangun membentang demikian luasnya membelah kota Minsk, bangunan-bangunan megah berlanggam Stalinist berjajar bersisian, berikut alun-alun kota yang luas menghampar, monumen-monumen, mural dan relief sarat akan semangat patriotisme menjadi bukti betapa Minsk dibangun kembali dengan ambisi yang luar biasa besarnya.  Not forget to mention, bendera Soviet yang berkibar di Museum Great Patriotic War, Minsk ibarat diorama raksasa terbuka yang siap membangkitkan nostalgia akan kedigdayaan Soviet pada masanya.

Mayoritas warga negaranya berbahasa Rusia, meski mereka juga memiliki bahasanya sendiri, yakni bahasa Belarusia yang dijadikan sebagai bahasa nasional. Begitupun huruf alfabet yang digunakan sehari-hari, Belarus juga menggunakan alfabetnya sendiri yang bentuknya sedikit berbeda dengan Sirilik Rusia. Baik di Stasiun kereta bawah tanah maupun pada fasilitas umum lainnya, kedua bahasa ini kerap digunakan secara bersamaan.

IMG_9744

Efek ‘luas’ dan ‘besar’ yang kerap dihadirkan di sudut-sudut kota Minsk

SPhotoEditor-20180424_184834

Bangunan-bangunan berlambang Soviet

IMG_9722

Gerai KFC yang berhiaskan relief kaum pekerja dan lambang komunisme bertajuk “Solidaritas” karya Anatol Yafimovich Arcimovich

IMG20180427143509

Stasiun Sentral dan lambang Sovietnya

IMG_9681

Poster propaganda warisan Soviet yang masih bisa dijumpai di stasiun kereta bawah tanah

Ps. Hingga saat ini kebijakan imigrasi memperbolehkan WNI untuk berkunjung ke Belarusia selama 30 hari tanpa Visa (visa exemption). Dengan catatan:

  1. Kunjungan dilakukan melalui udara alias naik pesawat. Visa exemption tidak berlaku untuk kunjungan melalui border darat.
  2. Apabila kunjungan dilakukan lebih dari 5 (lima) hari, maka turis wajib melapor ke Division on Citizenship and Migration of the Territorial Bodies of Internal Affair atau melapor melalui penginapan setempat pada saat check in

 

This entry was posted in: Been There, Belarus, recent post

by

A writer, Traveler, Culinary seeker, and for sure, a short minded guy who won't think further to decide to confirm cheap flight when the fare goes on promo :D

7 Comments

  1. Salah satu spot paling ikonik di Minsk ya KFC ini sih karena bangunannya bergaya komunis tapi tenantnya adalah salah satu perusahaan yang dianggap sebagai ikon kapitalisme di dunia. Penduduk Minsk gimana? Karena denger-denger orang-orang sana terkenal pelit senyum dan cenderung ‘dingin’.

    Like

  2. Endah Kurnia Wirawati says

    Gedung KFC nya lucu. Produk kapitalis nongkrong di gedung simbol komunisme.

    Tp overall Belarusia nyaman gak sih buat pejalan mandiri, terutam cwe?

    Like

    • suangat nyuamaaaan. Mereka cm takjub sama org asia tenggara karena jarang liat. tp overall aman terkendali disana mba. Yuk dikunjungin mba, kotanya cantik kok. bentar lagi tak posting yah suasananya gmn disana

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s