Author: Tukang Minggat

Contributing to Claudia Kaunang’s 101 Travel Tips and Stories Indonesia (2)

Melalui sebuah kontes menulis yang diadakan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama bersama dengan travel author ketjeh Claudia Kaunang, saya memperoleh berkesempatan untuk berpartisipasi dalam proyek buku antologi perjalanan terbaru Mbak Claudia–kebetulan saat itu saya memutuskan untuk mereview kota Solo. Senang banget dooong yes, bisa berada dalam satu buku dengan salah satu penulis perjalanan yang inspiratif–siapa sih yang nggak kenal sama Mbak CK dan buku-buku trip hematnya yang sudah segambreng menghiasi toko-toko buku di Indonesia? Mengusung konsep seperti yang sebelumnya pernah dituangkan dalam buku 101 Travel Tips and Stories, kali ini Mbak CK turut mengundang beberapa penulis amatir–termasuk guweh–untuk menulis tentang tips-tips ketjeh seputar perjalanan ke suatu kota di Nusantara. Adapun elemen-elemen yang dipaparkan dalam  buku ini meliputi how to eat cheap, travel wisely, shop smarter, top things to do, where to stay dan nggak lupa sekelumit catatan perjalanan para penulis saat berkunjung ke kota tersebut. Nah kenapa saya memilih untuk menulis tentang kota Solo? Jawabannya simple aja, karena saya sempat meng-under-estimate kota ini pada kunjungan kali pertama saya beberapa tahun lalu. Solo itu ibarat gadis …

BORN TO TRAVEL, SEBUAH ANTOLOGI PERJALANAN

Ketika ide menulis antologi perjalanan ini meletup di kepala, saya langsung menguras otak mencari tahu siapa saja teman-teman yang menurut saya demikian beruntung memperoleh pengalaman bertualang ke sejumlah tempat yang… well, belum banyak buku perjalanan pernah bahas sebelumnya. Saya memilah dan menimbang, record perjalanan mana saja yang kira-kira bersesuaian dengan faktor X yang terus berkutat dalam logika saya. Yes, this should be a travel book about somewhere rarely visited or something rarely told! Seiring perjalanan, terkantongilah beberapa nama yang saya kenal cukup baik dan saya sangat apresiasi tulisannya. Ada nama-nama yang sudah pernah menerbitkan buku solo maupun antologi, baik melalui penerbit mayor maupun indie. Ada sebagian travel blogger yang demikian otentik gaya menulisnya. Dan ada pula satu-dua teman yang meski jarang menuangkan idenya secara khusus untuk sebuah blog ataupun media lainnya namun pernah memijakkan kakinya ke tempat-tempat yang orang jarang hampiri. I’m so positive about these people! Dan saya memang nggak salah memilih anggota “gerombolan siberat”. Ya, berawal dari berkumpulnya Taufan Gio, Haryadi Yansyah, Agusmia Putri, para finalis ajang blog bertaraf internasional yang kena pehape tingkat dewa. Kemudian mengenal orang-orang inspiratif …

Ada Drama di Bandara (Shit Happens, Part Two)

Bagi banyak orang, bandara mungkin hanya dijadikan tempat pertemuan dan perpisahan dimana kenangan yang berkutat biasanya nggak jauh-jauh dari lambaian tangan dan punggung yang beranjak pergi atau pelukan yang hangat menyambut dan tawa rindu yang lepas menggelak.  Selain itu banyak orang juga yang merasa nggak ada kisah istimewa yang terjadi di bandara karena bandara hanya pijakan singkat sambil lalu sebelum beranjak ke tujuan berikutnya. Namun lain halnya dengan saya, bandara justru punya sejuta drama yang senantiasa mengakar di dalam ingatan. Lebih dari sekedar tempat mengucap selamat datang dan sampai ketemu lagi,  bandara merekam beragam kisah dan perasaan. Bandara menjadi setting tempat yang nggak kalah penting dibanding obyek wisata proper lainnya dalam petualangan yang saya lakukan. Pengin tahu drama-drama apa aja yang sempat menjadi bumbu “pemanis” perjalanan saya? Salah Bandara Alkisah, saya adalah seorang traveler slordehh. Begitu cerobohnya saya, saya sering kepedean mempercayakan intuisi saya yang terkadang masih perlu dicek dan ricek keabsahannya. Begitulah, pada suatu ketika di sebuah kota bernama Bangkok, saya memesan shuttle bus bandara melalui travel agent. Karena terbiasa menggunakan maskapai Air Asia …

Traveling Buat Apa?

I travel to find a better ME Ada sejumlah alasan yang membuat seseorang mendadak filsufpacker. Entah karena kenangan masa lalunya yang begitu mengecewakan, entah karena kehampaan yang ia tengah rasakan, entah karena baru saja menyaksikan kejadian yang membuatnya tercengang, entah juga karena ia mengidolakan sosok seseorang yang menginspirasi kehidupannya. Yang begini biasanya memaknai segala hal demikian khusuk dan sarat nilai filosofis. Hari-hari yang ia lalui sepanjang perjalanan membuatnya mengimani bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Detail-detail yang ia jumpai, pahit-manis yang ia rasakan, ragam wajah dan karakter yang ia baru kenal menempa pribadinya sehingga ia mengamini bahwa ia telah “lahir baru”. Orang-orang semacam ini biasanya memang mengalami transformasi diri. Kita akan menemukan dirinya yang berbeda dibandingkan dulu sebelum melakukan banyak perjalanan. I travel just because I want to Nggak pakai ribet, nggak pakai drama, nggak mau pusing dengan segala tetek bengek bernama filosofi hidup dan alasan menye-menye lainnya. Yang ia pikirkan adalah, I need a short escape, gue butuh liburan, gue mau menenangkan pikiran, gue mau having fun, gue mau entertain my self. Dia nggak butuh benturan …

To Do List in Rome

Buongiorno a tutti! Selamat pagi Roma yang begitu cerah meriah di musim panas. Terik mentari menyambut saya dan keluarga yang siap mengeksplor kota sarat akan peninggalan peradaban terbesar di dunia ini. Berhubung sebelumnya saya sudah pernah mengunjungi kota ini setahun sebelumnya, saya cukup merasa percaya diri untuk mengajak mereka jalan-jalan berkeliling. Ya, luas kota Roma masih bisa ditakhlukan dengan langkah-langkah kaki, meski beragam moda transportasi seperti metro dan bus siap mengangkut siapa saja dengan nyamannya. Rome wasn’t built in one day! Konon kabarnya Roma memperoleh namanya dari salah satu nama pendirinya, Romulus yang diceritakan membunuh saudaranya, Remus, seteah sama-sama berinisiatif membangun kota tersebut. Sejarah mencatat bagaimana Kekaisaran Romawi kuno sempat mendominasi Eropa Barat hingga Laut Tengah di bawah kepemimpinan Julius Caesar. Didirikan sejak tahun 753 SM, Roma sempat menjadi kota terbesar di dunia pada tahun 100 SM- hingga 400 M.  Jejak peninggalannyapun tersebar, tidak hanya pada bangunan-bangunan  dan artefak, tetapi juga pada nilai-nilai dan sistem budayanya–masih inget dong dengan istilah Pax Romana yang mendunia itu? Pasang surut kedigdayaan bangsa yang pernah berkuasa sekitar 500 tahun …

Euforia Paris sang Tuan Rumah UEFA 2016

Bulan Juli awal 2016 lalu, saya beserta keluarga beserta keluarga berkesempatan mengunjungi Paris, ibukota Perancis yang dikenal dengan gelar the city of light. Mendarat di bandara Paris Beauvais, kami menghabiskan waktu kurang lebih dua jam dalam perjalanan ke pusat kota tempat kami akan menginap. Kala itu musim panas, mentari bersinar demikian benderang, padahal jam tangan saya sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Saya merasa sangat beruntung karena mereservasi penginapan tidak jauh dari beberapa obyek wisata wajib kunjung. Salah satunya adalah Moulin Rogue, si Kincir Merah yang terletak hanya beberapa blok dari Metro stasiun saya barusan diturunkan. Tempat ini semakin mendunia setelah sempat dijadikan judul film yang menyabet berbagai penghargaan bertaraf internasional seperti Academy Award dan Golden Globe pada tahun 2002 silam. Moulin Rogue malam itu demikian hingar-bingar tidak hanya oleh para turis mancanegara, tetapi juga oleh La Parisien alias warga lokal. Karena kelaparan, kami tidak langsung menuju penginapan. Kami menemukan sebuah restoran Asia di pinggir jalan di salah satu lorong persimpangan dan langsung memesan makanan tak lama setelah seorang pelayan menyodorkan kartu menu. Seraya menunggu pesanan tiba, mata saya tertuju …

Aplikasi Online Visa Selandia Baru

Kabar gembira untuk kita semua, apply Visa New Zealand di Indonesia sekarang sudah bisa dilakukan secara Online–dengan catatan, paspor masih harus disetor ke VFS New Zealand di Jakarta. Tapi jangan sedih, aplikan nggak perlu datang langsung untuk menyetor paspor kok, cukup menggunakan pos atau jasa antar jemput dokumen yang disediakan oleh VFS New Zealand ajah 🙂 And the other good news is, IT’S WAY CHEAPER than usual paper application loh. Aplikasi manual, visa fee IDR 1.800.000,- dengan VFS fee IDR 240.000,- Aplikasi Online, visa fee 165 NZD alias 1600.000,-an Rupiah dengan VFS fee IDR 180.000,- Prosedur Aplikasi: 1. Buat akun baru melalui website ini . Jangan lupa memverifikasi akun dengan mengklik link yang dikirimkan melalui email yang telah didaftarkan 2. Kembali login ke web di atas untuk mengisi kelengkapan data pada formulir online. 3. Setelah mengisi data formulir, upload sejumlah dokumen yang diminta pada halaman supporting document. Perhatikan spesifikasi foto yang diminta. 4. Lakukan pembayaran dengan kartu kredit pada halaman pembayaran. Setelah melakukan pembayaran jangan lupa print halaman pembayaran sebelum beralih ke halaman berikutnya. 5. Bawa …