All posts filed under: Been There

These are some notes that I have made after several visit to some gorgeous places. Hope that you could enjoy it ^_^

5 Things to Do in Minsk, Belarus

Kalau kamu membaca postingan saya sebelumnya tentang warisan Soviet di kota Minsk, mungkin kamu-kamu bakalan bergidik dan berpikir lima belas kali untuk mengunjungi negara dimana ideologi komunisme demikian kuat tertanam ini. Well, wajar sih kalau kamu merasa was-was bakalan dicap antek komunis karena pernah bertandang ke ibukota negara Belarus ini. Secara yah, dengan mudahnya kamu bisa menemukan logo palu arit yang terpampang jom-jom manjalita dimana-mana. But eitsss, tunggu dulu. Pernah menjadi bagian dari kekuatan adidaya berpaham komunis nggak serta merta membuat Belarus menjadi negara kelam nan horor yang sarat akan kriminalitas loh. Memang sih, hampir sebagian besar warga lokalnya miskin senyum seperti kebanyakan etnis Slavik pada umumnya. Tapi kalau kamu coba bertegur sapa, mereka dengan ramah bakalan membalas dengan hangatnya loh—saya sudah beberapa kali berkomunikasi dengan warga asli Belarus dan they sure have one of world warmest greeting loh surprisingly! Selain itu–seperti yang juga saya infokan sebelumnya–dengan dibangun ulangnya tata kota Minsk pasca perang dunia kedua, ibukota negara ini menjadi salah satu peninggalan Soviet yang ciamik! Dengan diberlakukannya kebijakan free visa selama beberapa hari oleh …

Warisan Soviet di Minsk, Ibukota Belarus

Begitu kebijakan “5 days free visa” diberlakukan oleh negara Belarusia, saya yang kebetulan tahun lalu memiliki agenda trip ke Rusia langsung saja menyisipkan negara pecahan Uni Soviet ini ke dalam itinerari perjalanan saya. Mumpung negaranya juga saling bertetangga, nggak ada salahnya dong mampir sebentar. Namun acara mampir sebentar ini ternyata membutuhkan sedikit ekstra usaha. Meski letaknya hanya sepelemparan batu di seberang Rusia, priviledge “5 days free visa” ini hanya bisa dinikmati melalui perjalanan udara–a.k.a. nggak berlaku di border darat. Selain itu, entah bagaimana prosedur yang disepakati kedua belah pihak, para wisatawan asing nggak bisa serta-merta masuk ke Belarusia langsung dari Rusia dan sebaliknya. Dengan kata lain, turis mancanegara harus melalui lain sebelum masuk ke negara Soviet terakhir ini–contohnya saya pribadi, dari rusia saya harus melipir ke Lituania sebelum terbang ke Belarus. Sedikit sejarah, Belarusia lahir sebagai Soviet Byellorusian Socialist Soviet Republic (BSSR) oleh kaum Bolshevik  pada tahun 1919 dan bersama dengan Ukraine SSR, Transcaucasian Socialist Federative SR dan Russia Soviet Federative SR membentuk Uni Soviet pada tahun 1922. Menjelang keruntuhan Uni Soviet pada Desember 1991, empat bulan …

Mendadak Ngartis di Nagorno-Karabakh!

Nagorno-Karabakh?? Apaan tuh? Itu dimana? Kok gue baru denger? Jadi begini, pemirsa. Once upon a time, ketika saya masih berstatus mahasiswa jurusan Kajian Wilayah Eropa, saya sempat mempelajari konflik antara dua negara di bumi Kaukasia (Azerbaijan dan Armenia). Tersebutlah sebuah teritori milik Azerbaijan bernama Nagorno-Karabakh. Secara geografis, Nagorno-Karabakh terletak di selatan pengunungan Kaukasus, sekitar 270km di barat kota Baku, ibukota Azerbaijan. “Negara” ini merupakan negara landlocked yang dikelilingi oleh deretan pengunungan tinggi dengan luas sekitar 4400 km persegi. Karena konflik yang berkepanjangan antara Azerbaijan dan Armenia, Nagorno-Karabakh akhirnya memutuskan untuk memerdekakan diri melalui sebuah referendum. Namun sayangnya kemerdekaan ini nggak diakui oleh dunia–hanya ada segelintir negara (termasuk Armenia dan Australia) yang mengakui kedaulatan “negara” ini. Bagaimana kisah konflik antara Azerbaijan dan Armenia ini dan mengapa “negara” ini kemudian memutuskan untuk menentukan nasibnya sendiri menjadi sebuah negara berdaulat bisa kamu google sendiri yah–I don’t have capacity to deal with this (isu sensitif juga soalnya, hihi). Saat mempelajari lebih lanjut latar belakang sejarah “negara” yang namanya ear-catchy banget ini, ditambah lagi dengan iseng saya membrowsing sejumlah informasi tentangnya, saya langsung jatuh …

To Do List in Rome

Buongiorno a tutti! Selamat pagi Roma yang begitu cerah meriah di musim panas. Terik mentari menyambut saya dan keluarga yang siap mengeksplor kota sarat akan peninggalan peradaban terbesar di dunia ini. Berhubung sebelumnya saya sudah pernah mengunjungi kota ini setahun sebelumnya, saya cukup merasa percaya diri untuk mengajak mereka jalan-jalan berkeliling. Ya, luas kota Roma masih bisa ditakhlukan dengan langkah-langkah kaki, meski beragam moda transportasi seperti metro dan bus siap mengangkut siapa saja dengan nyamannya. Rome wasn’t built in one day! Konon kabarnya Roma memperoleh namanya dari salah satu nama pendirinya, Romulus yang diceritakan membunuh saudaranya, Remus, seteah sama-sama berinisiatif membangun kota tersebut. Sejarah mencatat bagaimana Kekaisaran Romawi kuno sempat mendominasi Eropa Barat hingga Laut Tengah di bawah kepemimpinan Julius Caesar. Didirikan sejak tahun 753 SM, Roma sempat menjadi kota terbesar di dunia pada tahun 100 SM- hingga 400 M.  Jejak peninggalannyapun tersebar, tidak hanya pada bangunan-bangunan  dan artefak, tetapi juga pada nilai-nilai dan sistem budayanya–masih inget dong dengan istilah Pax Romana yang mendunia itu? Pasang surut kedigdayaan bangsa yang pernah berkuasa sekitar 500 tahun …

Euforia Paris sang Tuan Rumah UEFA 2016

Bulan Juli awal 2016 lalu, saya beserta keluarga beserta keluarga berkesempatan mengunjungi Paris, ibukota Perancis yang dikenal dengan gelar the city of light. Mendarat di bandara Paris Beauvais, kami menghabiskan waktu kurang lebih dua jam dalam perjalanan ke pusat kota tempat kami akan menginap. Kala itu musim panas, mentari bersinar demikian benderang, padahal jam tangan saya sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Saya merasa sangat beruntung karena mereservasi penginapan tidak jauh dari beberapa obyek wisata wajib kunjung. Salah satunya adalah Moulin Rogue, si Kincir Merah yang terletak hanya beberapa blok dari Metro stasiun saya barusan diturunkan. Tempat ini semakin mendunia setelah sempat dijadikan judul film yang menyabet berbagai penghargaan bertaraf internasional seperti Academy Award dan Golden Globe pada tahun 2002 silam. Moulin Rogue malam itu demikian hingar-bingar tidak hanya oleh para turis mancanegara, tetapi juga oleh La Parisien alias warga lokal. Karena kelaparan, kami tidak langsung menuju penginapan. Kami menemukan sebuah restoran Asia di pinggir jalan di salah satu lorong persimpangan dan langsung memesan makanan tak lama setelah seorang pelayan menyodorkan kartu menu. Seraya menunggu pesanan tiba, mata saya tertuju …

Aplikasi Visa Brazil

Visa Brazil adalah salah satu visa yang aplikasinya ngeri-ngeri sedapp buat saya, meski sebenarnya persyaratan yang harus dilengkapi nggak lebih rumit ketimbang visa Schengen, Australia ataupun visa lain pada umumnya. Membaca sejumlah blog dan postingan beberapa teman awalnya sempat membuat kewaspadaan saya sedikit ditingkatkan. Gimana nggak, menurut gosip-gosip yang saya dengar, aplikan harus menyiapkan dana yang cukup besar, kalau bisa di atas 50juta bahkan sampai 100jutaan #yoloo duit darimana akang 😭😭 Belum lagi kadang suka diminta dokumen yang biasanya nggak diminta di checklist. Untungnya dengan segala persiapan memadai, saya mencoba mengajukan aplikasi ke Menara Mulia dengan membawa semua dokumen yang tercantum di checklist maupun dokumen penunjang yang walau nggak diminta tapi akan lebih baik disertakan untuk memfasilitasi proses pengajuan visa. Saya nggak akan hanya memposting tata alir pengajuan berikut dokumen apa saja yang harus disertakan. Saya juga akan menambahkan tips-tips yang meski belum pernah dibahas tapi sekiranya mungkin bisa membantu (berdasarkan pengalaman saya mengajukan kemarin) In short, proses pengajuan visa kurang lebih begini: 1. Mengisi form online dari web carta.itamaraty.gov.br/en-us/visa_application_form.xml dan mencetak bukti validasi pengisian …

Tinggal di Australia, Yay or Nay?–(Balada WHV part 4)

Perkenalkan, saya adalah seorang anak kampung yang tinggal di sebuah kota kecil yang sampai sekarang nggak terjamah oleh sebuah peradaban bernama MALL. Ya, Saya lahir dan dibesarkan di kota yang begitu bersahaja sehingga nampaknya enggan berdandan kelewat wahh dan memiliki prinsip saklek “cintai aku apa adanya”. Oleh karena itu, karena terkungkung sekian tahun dalam ruang lingkup seadanya membuat saya menciptakan mimpi-mimpi yang demikian besar. Salah satunya adalah minggat dari kota ini dan start earning my future somewhere out there, beneath the pale moonlight. Ya, saking jenuhnya belasan tahun “terpenjara” dalam rutinitas di area yang sama, rasanya saya pengen banget bisa kabur ke kota lain dan memulai hidup baru yang penuh dengan warna-warni kejutan yang bakalan nggak dinyana nggak diduga. Tuhan mengabulkan doa saya. Saya nggak cuma diijinkan untuk mencicipi pahit-getirnya berjuang di ibukota negara tercinta Jakarta. Tuhan memberikan bonus super istimewa, saya memperoleh kesempatan untuk hijrah ke sebuah negara megapolitan yang wakwaw gemerlapnya. Ya, saya pindah dan bekerja di Sydney, Australia. Meski nggak terlalu sulit beradaptasi dengan fenomena gegar budaya yang biasanya orang alami, awal mula mengadu nasib …