All posts filed under: 7 Wonders of Nature

My very major dream destinations

Underground River, My Third Seven Wonders of Nature (Mabuhay Philippines, part 3)

Mabuhay Puerto Princessa!! Awesome! this day is super awesome! After yesterday gaining a lot of energy by doing nothing in hostel’s lazy room, that morning I was so so ready to greet my third Natural Wonder. The minivan had picked me up at the hostel and brought all the passenger to Sabang beach, the place where we will continued the journey by a boat to the Underground river. As usual, inside the minivan, I am the only Indonesian tourist. There were two couple from US and two Philippines family.  And as usual, every body started to talk to me in Tagalog. We know that Indonesian, Filipino and some other South East Asian citizen share the same appearance such as the skin color. Therefore, not only that day, but the days before, I also had the same experience when in Manila and Puerto Princessa. Some people I met asked me or greeted me in Tagalog, and then I was like, “Sorry? I don’t speak Tagalog”. And then they were like astonished and starred at me for …

Halong Bay, My Second Seven Wonders of Nature (Xin Chao Vietnam, Part 9, End)

And finally, the Vietnam trip was closed by my major agenda, visiting Halong Bay. That morning, on my second day in Hanoi, I was picked up by a minivan sent by the travel agent where I booked 2d1n tour. After picking up the other tourists I some hotel, the minivan left Hanoi to the harbor. I was in the same minivan with some Chinese look tourist sat beside me, Latin tourists behind me, and one couple with their little baby right in front of me. At the beginning, everybody was busy with their group and never chatted to another. But this would change when on the ship, where we would spend almost two days. The harbour Our ship As arrived at the harbor, we waited for a while until the tour guide led us to get into the harbor gate. Along with a group of Australian, led by the tour guide, we walked to the ship which was docking. The crew helped all the passengers to bring the baggage, while the tour guide asked us …

Sailing Komodo, a Simple Footprints (Pulang ke Flores, part 7)

Project: Sailing Komodo 2012 Time:  September, 19th-20th Target: Rinca Island Komodo Island Pink Beach Manta Point Bidadari Island Members: Itinerary: September, 19th 01.00 PM On the way from Kanawa Island to Rinca Waiting for the lunch served Lunch Time!! 02.30 PM Arrived at Rinca Island and Photo Session in front of the welcome gate Rawrrrr!! the Komodo Here comes the lazy lizard Gorgeous view behind me Leaving Rinca 07.30 PM Dinner Time!! 08.30 Nitey nite, everybody, sleep tight ^_^ (Sleeping on the boat) September, 20th 07.30 After short breakfast, we are so ready to explore Komodo island   Pssstt!! dont make any noise! The new Sulphurea Hill board… i still love the old one that i saw last January The old board of the Sulphurea Hill Trekking along the Savanna Taking the picture with the Komodo Handicraft vendors Say bye bye to the Komodo Island 11.oo AM Hunting Manta fish at Manta Point It’s hard to get a closer pic 01.00 PM Mba Anggi and Pink Beach Pink beach and the Pink sand (and the …

Conquering Four Wonders of Nature in Asia

Quite ambitious, pasti sebagian besar pembaca berpendapat serupa. Saya juga awalnya berpikiran bahwa saya super nekad kalo misalkan saya sampai berani melakukan trip tersebut secara simultan dan seorang diri.  Namun buat saya, kalo sudah banyak traveler lain yang sebelumnya melakukan hal yang sama, berarti seharusnya saya juga bisa. Tur kali ini nggak pernah terbayangkan sebelumnya oleh saya. Mungkin dulu sempat terpikir untuk menjelajah Asia Tenggara setiap kali mendengar cerita teman-teman backpacker dari negara lain yang saya temui. Tapi saat itu sepertinya keberanian (baca: kenekadan) saya belum cukup untuk melakukan perjalanan semacam itu sendirian. Sampai akhirnya saya mengunjungi pulau Komodo sendirian bulan Januari lalu, ditambah lagi saya baru saja mengurus pergantian paspor baru karena yang lama sudah habis masa berlaku, mendadak timbul ide di benak saya. Gimana kalo saya travel ke empat dari tujuh Keajaiban Alam yang ada di Asia. Pertimbangan saya saat itu adalah site-site seperti Ha Long Bay di Vietnam, Puerto Princessa di Filipina dan Jeju Island di  Korea Selatan jaraknya masih bisa ditempuh dengan low cost flight. Biaya hidup disana pun masih bisa …

Komodo, My First Seven Wonders of Nature (end)

Hari ketiga, entah pukul berapa itu, yang pasti masih sangat subuh, saya mendengar motor mesin sudah menyala dan perlahan kapal kembali bergerak. Saya masih bermalas-malasan di dalam dek karena semalam nggak terlalu nyenyak tidur (berhubung baru pertama kali tidur di kapal semalaman, walaupun beralaskan matras berseprei lengkap dengan bantal dan guling, tapi rasanya belum terlalu terbiasa). Roh saya baru berkumpul lengkap dan siap terbangun utuh ketika kapal mulai bergerak pelan, dan dari kejauhan terlihat sebuah dermaga. Kamel ikutan terbangun ketika saya bangun. Ia tersenyum dan mengatakan pada saya bahwa kami sudah sampai di dermaga pulau Komodo.  Saya agak bingung, pagi-pagi buta begini trekking? Bukannya sepi yah? Memangnya Komodonya udah pada bangun? Kami pun bergantian cuci muka dan gosok gigi untuk siap-siap sarapan. Sarapan pagi ini lumayan sederhana tapi cukup mengisi perut, segelas teh manis/ kopi dan beberapa tumpuk roti isi (saya nggak tahu itu isi apa, markisa mungkin ya? Baru pertama kali makan soalnya). Selain kami, sudah ada sekitar 3 kapal lain yang merapat  di dermaga. beberapa turis (lagi-lagi) bule–sama seperti kami–juga sedang menikmati sarapan …

Komodo, My First Seven Wonders of Nature (2)

Kalo lagi traveling ke alam terbuka, matahari adalah salah satu hal yang paling mempengaruhi mood. Misalkan matahari bersinar begitu cerah, nggak perduli teriknya kayak apa, pasti orang-orang rela berjam-jam terbakar langsung . Tapi kalo tiba-tiba muncul awan-awan gelap, apalagi diikuti oleh hujan, rasanya pengen makan orang karena nggak bisa kemana-mana, seharian tiduran aja di hotel.  Pokoknya kalo nggak ada matahari, liburan serasa super berantakan. Ini yang menjadi ketakutan saya. Saya berlibur kesini bulan Januari, bulan-bulannya musim penghujan. Beberapa hari kemarin, selama masih di Bali, hampir beberapa jam sekali, gerimis menemani hari-hari saya, sehingga saya harus beberapa kali mampir ke beberapa tempat untuk berteduh (dan terpaksa memesan entah itu makanan atau minuman). Begitu pula dengan kedatangan saya hari pertama di bandara Komodo, Labuan Bajo disambut dengan hujan deras. Hujan saat itu membuat langit senja Labuan Bajo yang konon kayanya sangat indah itu menjadi muram karena mendung. Dan hari ini, keajaiban terjadi, mendadak matahari buka cabang dimana-mana. Hari kedua di Labuan Bajo sangat-sangat cerah. Sedari pagi sampai sore, matahari nggak berhenti tersenyum kepada  belahan barat Flores ini. …

Komodo, My First Seven Wonders of Nature (1)

Duduk tenang menyesap secangkir teh jahe hangat, saya melemaskan ketegangan otot-otot saya setelah kurang lebih satu setengah jam terbang dari Bali ke Labuan Bajo menggunakan maskapai singa udara. Sesekali saya bercengkrama dengan salah satu pekerja di restoran tempat saya menginap seraya menikmati langit Labuan Bajo sore hari. Kala itu mendung dan baru saja hujan deras sesampainya saya disana. Katanya sih hujannya awet dari pagi tadi. Sejenak saya mulai kawatir, mengingat saat itu adalah awal Januari, dan bulan Januari adalah bulan yang lumayan basah untuk daerah sekitar Bali dan Nusa Tenggara. Pekerja di guesthouse itu bercerita bahwa terkadang ombak bisa naik hingga empat (4) meter kalo lagi apes, dan otomatis kapal-kapal nggak akan ada yang berani berlayar. Ada sih, kapal-kapal besar berkabin yang tetap jalan meski keadaan laut agak nggak bersahabat—berhubung badan kapalnya besar, jadi para penyewa kapal cukup pede dengan ketangguhan kapalnya tersebut. Tetapi berhubung saat itu saya adalah solo traveler, nggak mungkin saya nyewa kapal berkabin yang konon harga sewanya bisa sampai 8 juta itu. Whatever deh, minimal udah sampai disini. Kalo memang nggak …