All posts filed under: Africa

Incredible Sahara (Maroko, Pintu Utara Afrika 3, End)

  Minivan terus saja melaju. Perumahan-perumahan warga yang serba kotak kecoklatan di luar jendela perlahan semakin menjarang, berganti dengan dataran gersang yang sesekali beralih menjadi lembah-lembah berliku. Said sang pemandu wisata sudah mewanti-wanti sebelumnya bahwa perjalanan akan berlangsung sangat lama. Oleh karena itu para tante seisi mobil jenuh, mati gaya, kehabisan bahan obrolan karena perjalanan terasa begitu jauh. Semua hanya ingin lekas tiba di tujuan berikutnya, gurun Sahara. Nama gurun ini sendiri sudah akrab melekat di telinga saya semenjak pelajaran IPS pada bangku SD silam. Nama gurun ini kemudian kembali menggaung ketika Anggun C Sasmi melantunkan balad merdu bertajuk “Snow in Sahara” pada debut internasionalnya. Dan setelah itu, gurun Sahara hanyalah sebatas “gurun nun jauh di Afrika sana” yang saya sendiri nggak pernah bermimpi untuk kunjungi (Jaman dulu masih tau diri aja sih, anak kampung begini mana mungkin bisa keluar negeri jauh-jauh sampai Afrika, hihi). Menurut wikipedia, gurun Sahara adalah gurun pasir terluas di dunia. Membentang dari Samudra Atlantik hingga ke laut merah, gurun yang katanya berusia lebih dari dua juta tahun itu berukuran sekitar …

Susur Pegunungan Atlas bersama ibu-ibu Sosialita (Maroko, Pintu Utara Afrika, part 2)

“Jadi, gue cowok sendiri gitu?” Saya melahap suapan terakhir yoghurt dari cangkir plastik mungil. Nina sang tour leader mengangguk. “Isinya tante-tante cadas nan berisik semua, sama ada satu yang seumuran elo”. Angan saya sejenak melayang, wihhh baru kali ini ngetrip sekompi isinya tante-tante heboh. Selama kurang lebih lima hari ke depan, bersama Ceria Tour yang diorganisir oleh teman saya Nina, saya akan menjelajah spot-spot wisata keceh di Maroko. Ini pertama kalinya saya ikutan trip organizer lebih dari sehari, setelah biasanya saya selalu memutuskan untuk eksplorasi sendiri tanpa bantuan operator lokal terkecuali untuk one day trip ke tempat yang memang agak sulit dijangkau oleh kendaraan umum. Nah bagi saya yang maha awam soal Afrika, terutama Maroko, dan berhubung menurut saya bakalan agak sulit ke depannya untuk mencapai banyak tempat wisata tertentu dengan kendaraan umum, dan untuk mempersingkat waktu yang sangat sedikit sekali saya miliki selama di utara benua waka-waka e-e ini, daaaan berhubung saya juga sedang malas searching info-info ataupun menyusun itinerari Maroko, maka saya putuskan untuk ambil solusi pintas yang paling aman. Ambil paket tur 5hari …

Wasswusss di Marrakesh (Maroko, Pintu Utara Afrika, part 1)

Plaza Jenna El Fna petang itu super hectic sehectic-hecticnya. Saya bersama seorang teman asal Korea Selatan bernama Minnie turun dari bus yang membawa kami meninggalkan bandara beberapa menit yang lalu. Padat, seolah alun-alun tersebut tumpah ruwah dengan manusia yang hilir mudik kesana-kemari. Baru sekian detik beralih dari tempat pemberhentian bus, beberapa orang dengan antusias merapat mendekatkan diri. Taxi? hotel? cheap food? Saharan tour? Semua berlomba-lomba menarik perhatian, para penumpang dijadikan ajang  rebutan. “No, no, sorry no, no, I said no, please don’t follow me!” kerap kami lontarkan untuk membuat mereka berhenti mengikuti. But, yahh, meski demikian masih aja ada satu dua orang yang bandel kekeuh mengekor. Saya dan Minnie berpisah sejenak di seberang masjid Koutoubia–masjid terbesar sekaligus menjadi landmark kota–untuk mencari penginapan masing-masing, sebelum nantinya kembali bertemu di spot kami turun dari bus. Dengan tampang galak, saya berusaha menghindari kerumunan para calo tadi, mencari penampakan polisi atau siapa aja yang kira-kira bisa dipercaya untuk ditanyai alamat penginapan saya. Seorang pemuda yang tampaknya warga asli yang dengan cueknya kebetulan lewat segera saya sapa. Beruntung banget dia bisa berbahasa …