All posts filed under: Hongkong

5 Hal yang Kamu kudu Tau tentang HK (Hongkong-Shenzhen-Macau part 4)

Akhirnya, tulisan terakhir tentang HK, setelah tiga tulisan pertama saya tuliskan secara sistematis perharinya. Di tulisan penutup ini saya akan sedikit random membahas berbagai hal menarik yang pernah saya temui selama beberapa hari disini. Saya sengaja tidak menulis tentang perjalanan hari terakhir saya karena saat itu agenda saya lumayan mobile alias hanya short visit ke beberapa spot untuk sight-seeing, foto-foto plus belanja oleh-oleh. 5 Fakta tentang HK: 1. Kamu nggak perlu apply visa untuk berkunjung kesini. HK menerapkan VOA atau Visa On Arrival, dimana kamu akan diberikan permit to remain sekitar 30 hari terhitung dari lembar paspor kamu distempel oleh imigrasi setempat. 2. Disini apa-apa memang mahal, mulai dari harga penginapan, makanan, sampai pada pernak-pernik. Karena itu harus bijak-bijak mengatur pengeluaran. You’ll never realize how you spend your money until you see nothing remains in your wallet (maklum, HK seperti Singapura, lekat dengan image “surga belanja”. 3. Kamu nggak perlu kaget kalo tiba-tiba di sekitarmu ada beberapa orang yang asik mengobrol dalam bahasa Jawa. Disini memang tempat dimana kebanyakan pahlawan devisa negara kita–alias TKI–mencari nafkah. …

Re-call Childhood Memory at HK Disneyland (Hongkong-Shenzhen-Macau part 3)

Pernahkah terbayangkan oleh anda, betapa excitingnya apabila anda mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan idola anda ketika kecil? Hal itu yang saya rasakan di hari ke empat ini, Dalam perjalanan dengan MTR menuju Disneyland, mata saya sudah berbinar-binar, tidak sabaran ingin segera sampai. Yah, walaupun usia saya yang menjelang senja (fitnah! saya masih 26 tahun), gejolak spirit kekanak-kanakan saya tidak bisa dipungkiri masih meluap-luap dengan hebat apabila mendengar kata Disney. Saya adalah penggemar berat seluruh karya Disney, mulai dari kisah Alladin, Little Mermaid, Toys Story, Hunchback of Notre Damme, Mulan, Lilo and Stitch, Monster Inc, hingga film-film terbarunya yang tidak bisa saya sebut satu-persatu karena saking banyaknya. Saya nggak pernah ketinggalan untuk menonton. Tema cerita yang sangat earthy, ditambah dengan pengkarakteran tokoh yang variatif tapi kuat dan konsisten, membuat saya selalu bisa menonton sebuah film yang sama berulang-ulang. Untuk itulah sekarang saya dan keluarga sudah berada di atas MTR khusus yang akan membawa kami ke kastil Sleeping Beauty seraya memanjakan imajinasi. MTR khusus ini walaupun bentuknya sama seperti pada umumnya, namun memiliki desain yang unik khas …

Meet up the Giant Budha at Ngong Ping (Hongkong-Shenzhen-Macau part 2)

MTR (Kalo di Singapur namanya MRT. Kalo di Shenzhen namanya Metro. Intinya sama-sama kereta bawah tanah) melaju dengan kencang, sesekali berhenti di beberapa stasiun untuk menaik-turunkan penumpang–dan kami adalah salah satu penumpang yang naik dari stasiun TST. Hari ini, dengan semangat baru, saya bersama keluarga melanjutkan tur kami. Tujuan perjalanan kami hari ini adalah bertemu Budha raksasa dan mengambil kitab suci untuk menyebarkan kebenaran dan kebajikan kepada seluruh umat manusia… Ok, yang pertama memang benar, saya akan pergi menemui Budha Raksasa, tapi bukan untuk mengambil kitab suci. Kami kesana untuk menanyakan alamat biksu Tong Sam Cong dan pergi ke barat untuk mengambil kitab suci  bersamanya (tetep jayus zzz). Rute MTR di Hongkong Perjalanan, seperti yang saya ungkap sebelumnya, dimulai dari stasiun MTR Tsim Sha Tsui. Cukup mudah menemui stasiun MTR di setiap daerah di Hongkong. Kita hanya cukup mencari tanda di samping ini. Untuk menggunakan jasa MTR, kita cukup membeli tiket di loket-loket eletronik di tiap stasiun atau men-tap kartu Oktopus di card scanner setiap gate, dan otomatis kredit yang tersimpan di kartu akan terpotong …

Symphony of Light, Symphony of Glamour (Hongkong-Shenzhen-Macau part 1)

Jam tangan sudah menunjukkan pukul 7.30 malam. Beberapa orang sudah ramai berkumpul di Tsim Sha Tsui Water Front, begitu pula saya dan keluarga. Sesuai dengan wejangan-wejangan para traveler senior bahwa haram hukumnya apabila kami tidak menonton pertunjukan Symphony of Light saat berlibur di Hongkong, maka saya berinisiatif mengajak keluarga untuk tidak ketinggalan menonton. Yap, kisah ini bermula Juni 2011 lalu. kami sekeluarga berlibur ke Hongkong. Selain memang ingin merasakan vacation yang agak jauh, kami memang memiliki kerabat keluarga. Pesawat kami mendarat di Hongkong International Airport sekitar pukul 1 siang, dan Bibi saya sudah menunggu di ruang tunggu kedatangan. Setelah bertegur sapa, kami segera mengikutinya keluar mencari public bus. Tujuan pertama kami adalah Tai Po Plasa, tempat tinggal bibi kami. Tai Po Plasa adalah sebuah distrik yang letaknya di utara Hongkong, hampir mendekati perbatasan menuju Shenzhen. Perjalanan dengan public bus berlangsung kurang lebih dua jam dengan tiket sekitar 40 HKD (maklum, jauh banget, hehe). Tujuan kami kesini adalah bersilaturahmi dengan keluarga kami yang tinggal disini–supaya besok-besok kami bisa fokus berkeliling HK. Bibi saya sebelumnya pernah tinggal …