All posts filed under: Shenzhen

China Folk Village dan Splendid China (Hongkong-Shenzhen-Macau part 6)

Hari ini adalah hari kedua sekaligus hari terakhir kami di Shenzhen, sebelum kami berangkat lagi ke Macau esok harinya. Pagi hari saya disambut oleh hujan deras (sial, kenapa bulan Juni bisa turun hujan sederas ini). Saya jadi super cemas, masa iya udah bikin visa, jauh-jauh nyampe sini, eh malah stay di hotel nggak bisa kemana-mana karena hujan, uhh) Kami menunggu hujan reda di kamar sampai sekitar jam 12 siang. Matahari masih belum terlalu terlihat, awan abu-abu juga menyisa membercak di langit sana. Gawat, alamat hujannya bakal to be continued. Maka sebelum hujan turun lagi, kami bergegas keluar dari hotel menuju stasiun LRT. Jalanan lumayan becek, dan rintik gerimis masih satu-dua menetes. Sesampainya di stasiun Metro (sebutan subway di Shenzhen), saya mengantri bersama penumpang lain untuk membeli token (semacam koin hijau dari plastik) yang akan digunakan sebagai tiket Metro.¬† Perlu diketahui, kurang lebih pembelian tiket Metro hampir sama dengan pembelian tiket MTR. Kita memilih stasiun keberangkatan kita (terpampang di touch screen mesin), memilih tujuan perjalanan kita, dan mengisi jumlah penumpang yang akan berangkat. Kemudian masukan sejumlah …

On My Way to Shenzhen (Hongkong-Shenzhen-Macau part 5)

Baiklah, perjalanan kita lanjutkan kembali. Setelah 4 hari saya dan keluarga mengeksplor Hongkong, sekarang kami sudah berada di atas MTR menuju negara selanjutnya, Shenzhen. Kalo dari tempat kami tinggal, Tsim Sha Tsui (TST), akses ke Shenzhen nggak terlalu susah. Kami cukup naik MTR, transit di stasiun East TST untuk berganti jalur menuju ke stasiun Lo Wu (perbatasan Hongkong-Shenzhen). Untuk memasuki Shenzhen, kita harus memiliki visa China yang dapat kita apply baik di Kedutaan Besar PRC (People Republic of China) ataupun langsung go show apply di Imigrasi Shenzhen (tapi menurut yang saya baca, selain lebih mahal, permohonan aplikasi visa di tempat langsung biasanya lumayan memakan waktu). Saya sendiri mengurus visa China di Kedutaan, dengan bantuan teman saya yang bekerja di bagian dokumen sebuah travel agent besar di Jakarta. Permohonan visanya sendiri nggak terlalu sulit (waktu itu sih, nggak tau kalo sekarang. Gosip-gosipnya pusat aplikasi visa China¬† akan menerapkan sistem yang lebih ketat dari biasanya). Saya hanya perlu mengisi formulir aplikasi, menyediakan satu lembar foto 4×6 latar belakang putih, dan visa fee sebesar 350 ribu IDR pada …