All posts filed under: Ho Chi Minh

Berasa Pulang Kampung di Mekong Delta (Xin Chao Vietnam, Part 4)

Xin chao Vietnam! Hari ini adalah hari keempat saya di Vietnam. Rencananya malam nanti saya dan Enda akan bertolak ke Nha Trang, sebuah kota pantai. Namun sebelumnya, pagi ini saya dan Enda sudah duduk manis di dalam sebuah bus yang akan mengantar kami dan rombongan lainnya menuju delta sungai Mekong. Perjalanan ditempuh kurang lebih dua jam dari HCMC, dengan ditemani oleh guide grup kami yang bernama Mr. AreYouOk? (entah mengapa, setiap beberapa menit dia selalu menanyakan hal ini pada kami semua). Mr. Areyouok menjelaskan banyak hal mengenai Mekong Delta River. Sungai Mekong sendiri mengalir di 6 negara, yakni Cina, Myanmar, Laos, Kamboja, Thailand dan Vietnam. Dan di delta sungai Mekong, terdapat beberapa perkampungan yang di huni oleh masyarakat lokal. Aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal pun beragam, mulai dari bercocok tanam hingga beternak lebah madu. Dan pada hari ini, kata Mr. Areyouok, kami akan berkunjung ke dua buah desa (saya lupa namanya apa), dimana kami akan melakukan beberapa aktivitas menarik sesuai itinerari. Sesampainya di dermaga, seisi bus pindah ke kapal yang telah dipersiapkan. Kapalnya sendiri …

không Say Không Về!! (Xin Chao Vietnam, part 3)

Xin Chao Vietnam!! Kalau  sedang berlibur ke suatu tempat, tentunya saya nggak pernah melewatkan suasana “night life” tempat tersebut. Apalagi bila sedang keluar negeri, tentunya adalah wajib hukumnya untuk mencicipi bir setempat. Begitupun di Ho Chi Minh City (HCMC), saya bersama serombongan teman-teman saya, pada malam terakhir kami di HCMC, menyerbu tempat-tempat yang konon kabarnya merupakan tempat nongkrong favorit para night lifer. Bui Vien street, sebuah kawasan yang bersebelahan tepat dengan Pham Ngu Lao St selalu ramai baik oleh turis maupun warga lokal. Mereka duduk-duduk nongkrong dengan berbotol-botol bir untuk sekedar kongkow-kongkow menghabiskan malam. Setelah kami mengobrol panjang lebar di Allez Boo cafe –sembari menemani saya dan Enda (teman kuliah saya yang baru sampai di HCMC malam itu) makan malam, kami melipir ke Bui Vien untuk melanjutkan sesi ngebeer kami. không say không về!! Alias No drunk no go home! Malam itu adalah malam terakhir saya dan Enda sebelum besok malam bertolak ke Nha Trang. Malam ini kami putuskan untuk pesta perpisahan dengan teman-teman sekamar saya, berhubung esok hari hanya saya dan Enda yang akan …

Nyasar Bersama Bule (Xin Chao Vietnam, part 2)

Xin Chao!! Masih di Ho Chi Minh City, tepatnya di kawasan melting pot para backpackers, District 1 Pham Ngu Lao St, hari ini saya ditemani oleh seorang kenalan saya, Barnaby, pemuda kebangsaan Inggris yang tinggal di NZ. Barnaby baru saja tiba di penginapan kemarin malam, mendadak kami langsung akrab dan membahas “mau kemana kita besok” (maklum, sesama solo traveler, merasa mendapatkan angin segar begitu bertemu teman baru yang juga sendirian). Hari ini kami sepakat untuk menonton pertunjukan wayang air yang konon katanya sangat terkenal di Vietnam. Namun berhubung pertunjukannya baru akan mulai pada malam hari, saya berbaik hati menemani Barnaby untuk napak tilas perjalanan saya kemarin, alias mengunjungi lagi Ben Thanh Market, Notre Damme, Post Office, plus Reunification Palace yang hanya saya lewati gerbangnya, berhubung hari itu saya memang tidak memiliki agenda apa-apa. Kunjungan pertama kami adalah straightly menuju Post Office. Hal ini dikarenakan Barnaby tidak lagi memegang cash di tangannya setelah perjalanannya dari USA kemarin dan ATM HSBC yang kami ketahui keberadaannya hanya di gedung tersebut. Saya yang sudah lumayan hafal arah ke Post …

Greeting Uncle Ho (Xin Chao Vietnam, part 1)

Xin Chaoooo!! Hari ini adalah hari pertama dimana saya memulai Small South Asian Trip saya.  Setelah semalam saya mendarat dengan sukses di bandara Tan Son Nhat, pagi ini saya sudah duduk cantik di depan sebuah meja pendek milik  penjual sarapan khas Vietnam di sebuah gang di bilangan Pham Ngu Lao Street, Ho Chi Minh City (HCMC). Yang unik dari penjual-penjual makanan di pinggir jalan, baik di gang-gang maupun di pinggir jalan raya, bangku-bangku yang disiapkan menyerupai dingklik alias bangku pendek nan mungil. Jadi orang-orang berbadan “wow” seperti saya harus berhati-hati tidak jatuh tergelempang saat duduk. Dengan lahap saya menikmati masakan yang menyerupai bihun goreng. Yang khasnya lagi dari masakan mie khas Vietnam (survei saya dari hari pertama sampai hari terakhir), mereka menyediakan sepiring khusus sayuran segar seperti selada, kol, kecambah dan sayuran lainnya , tidak seperti yang yang saya jumpai biasanya (sayurnya turut dimasak dan disajikan dalam mangkuk yang sama dengan mie). Usai sarapan, saya berjalan keluar gang tempat penginapan saya berada. Dengan berbekal peta yang diberikan oleh pemilik hostel, saya memutuskan untuk memulai perjalanan …