All posts filed under: Europe

To Do List in Rome

Buongiorno a tutti! Selamat pagi Roma yang begitu cerah meriah di musim panas. Terik mentari menyambut saya dan keluarga yang siap mengeksplor kota sarat akan peninggalan peradaban terbesar di dunia ini. Berhubung sebelumnya saya sudah pernah mengunjungi kota ini setahun sebelumnya, saya cukup merasa percaya diri untuk mengajak mereka jalan-jalan berkeliling. Ya, luas kota Roma masih bisa ditakhlukan dengan langkah-langkah kaki, meski beragam moda transportasi seperti metro dan bus siap mengangkut siapa saja dengan nyamannya. Rome wasn’t built in one day! Konon kabarnya Roma memperoleh namanya dari salah satu nama pendirinya, Romulus yang diceritakan membunuh saudaranya, Remus, seteah sama-sama berinisiatif membangun kota tersebut. Sejarah mencatat bagaimana Kekaisaran Romawi kuno sempat mendominasi Eropa Barat hingga Laut Tengah di bawah kepemimpinan Julius Caesar. Didirikan sejak tahun 753 SM, Roma sempat menjadi kota terbesar di dunia pada tahun 100 SM- hingga 400 M.  Jejak peninggalannyapun tersebar, tidak hanya pada bangunan-bangunan  dan artefak, tetapi juga pada nilai-nilai dan sistem budayanya–masih inget dong dengan istilah Pax Romana yang mendunia itu? Pasang surut kedigdayaan bangsa yang pernah berkuasa sekitar 500 tahun …

Euforia Paris sang Tuan Rumah UEFA 2016

Bulan Juli awal 2016 lalu, saya beserta keluarga beserta keluarga berkesempatan mengunjungi Paris, ibukota Perancis yang dikenal dengan gelar the city of light. Mendarat di bandara Paris Beauvais, kami menghabiskan waktu kurang lebih dua jam dalam perjalanan ke pusat kota tempat kami akan menginap. Kala itu musim panas, mentari bersinar demikian benderang, padahal jam tangan saya sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Saya merasa sangat beruntung karena mereservasi penginapan tidak jauh dari beberapa obyek wisata wajib kunjung. Salah satunya adalah Moulin Rogue, si Kincir Merah yang terletak hanya beberapa blok dari Metro stasiun saya barusan diturunkan. Tempat ini semakin mendunia setelah sempat dijadikan judul film yang menyabet berbagai penghargaan bertaraf internasional seperti Academy Award dan Golden Globe pada tahun 2002 silam. Moulin Rogue malam itu demikian hingar-bingar tidak hanya oleh para turis mancanegara, tetapi juga oleh La Parisien alias warga lokal. Karena kelaparan, kami tidak langsung menuju penginapan. Kami menemukan sebuah restoran Asia di pinggir jalan di salah satu lorong persimpangan dan langsung memesan makanan tak lama setelah seorang pelayan menyodorkan kartu menu. Seraya menunggu pesanan tiba, mata saya tertuju …

Transit in Milan, Whacha Gonna do??

Rush trip alias trip kejar tayang  jarang saya lakukan kalo nggak benar-benar kepepet. Biasanya sih, saya selalu meluangkan beberapa hari untuk menikmati ambians sebuah kota seutuhnya. Dan biasanya pula di sebuah negara, saya bisa mengunjungi lebih dari satu kota. Oleh karena itu, dalam satu kali trip, saya bisa menghabiskan waktu hampir semingguan hanya untuk mengeksplor satu negara. Namun trip beberapa pekan lalu menjadi sebuah pengecualian. Saya dan keluarga yang berencana menyisir sekitar empat negara terpaksa harus “stripping” ceria ala sinetron, berpindah satu negara ke negara lain dalam waktu yang demikian singkat. Maklum, usaha keluarga nggak bisa ditinggal lama-lama, jadilah kami terpaksa berpacu dengan waktu. Setelah tiga hari menyatu dengan alam cantik Swiss, kami melanjutkan perjalanan ke Roma via Milan. Rempong yee, kenapa nggak langsung terbang ke Roma aja dari Swiss, daripada transit-transit segala, buang banyak waktu di jalan. Well, pengennya sih gitu. Tapi berhubung tiket pesawat direct Zurich-Roma lumayan mahal mampus, dan setelah saya membandingkan dengan jalur darat dengan rute Spiez (salah satu kota di Swiss dekat dengan perhentian akhir kami) -Milan-Roma, ternyata selisih harga …

Papal Audiensi bareng Paus Fransiskus di Vatikan

Lapangan Basilika Santo Petrus Vatikan kian padat akan para pengunjung baik yang beragama Katholik maupun bukan, padahal acara baru akan dimulai satu jam lagi. Usai pemeriksaan tas dan jaket, saya bersama teman saya John melintasi gerbang detektor logam nggak jauh dari Pintu Perunggu (Bronze door). Pun kami berbaur dalam kerumunan, mencari spot strategis yang kira-kira memungkinkan untuk dilewati kendaraan Papa Francis, Pimpinan tertinggi umat Katholik. Kursi-kursi yang tersedia hampir penuh terisi. Ratusan orang yang nggak kebagian tempat duduk–termasuk kami–harus puas berdiri di balik pagar pembatas. Ya, mestinya kami berangkat lebih pagi untuk memperoleh spot duduk yang ok, dekat dengan mimbar Papa Francis. Papal Audiensi adalah sebuah acara berkala (Umumnya dilangsungkan setiap hari Rabu. Jadwal bisa dilihat disini) yang digelar oleh pihak Tahta Suci Vatikan, dimana Sri Paus berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Sri Paus akan bertegur sapa dengan para audiens. Jika beruntung, kendaraan sang Paus akan berhenti dan beliau akan turun untuk berbincang-bincang sekilas dengan para audiens yang berdiri di balik pagar pembatas. Biasanya pengunjung dapat langsung hadir pada hari H ke alun-alun basilika dan …

HOLA SPANYOL! IS ON STORE NOW!!

Bak tereliminasi dari kontes nyanyi di TV, saya melangkah gontai meninggalkan pelataran bandara. Dengan terkantuk-kantuk, saya seret kaki ini sambil menggerutu sebal. Satpam sialan! Niat hati pengen berhemat biaya penginapan, eh malah apes begini diusir keluar tengah malam buta! Saya terus berjalan celingak-celinguk mencari spot yang memungkinkan untuk tidur. Tapi hingga berjalan lebih dari satu kilometer, saya udah jarang menemukan bangunan-bangunan. Semua hanyalah lahan yang gelap dan sunyi. Kota rasanya begitu jauh, cahaya lampu keramaian juga sama sekali nggak kelihatan. Bener-bener berasa terdampar di antah berantah. “Ibiza!! Elo jahat banget sih sama gueee!!” Umpat saya untuk kesekian kalinya. Buku kedua seri perjalanan I’m Not a Backpacker kali ini bakalan mengajak kamu berkeliling tujuh kota ketjeh di negara Flamenco yang super eksotis di selatan benua Eropa. Hola Spanyol siap menerbangkan kamu untuk bertemu Gaudi di Barcelona, berleha-leha di Ibiza, belanja sampai durhaka di Madrid, berimajinasi di negeri dongeng Segovia, Nyasar di lorong-lorong “sinting” Sevilla, terpekur di kota tua Cordoba, dan menikmati paras cantik Granada. Bakalan lebih banyak drama serta tentunya bertaburan bumbu-bumbu petualangan ceria! Kamu nggak …

My Ibiza and Vatican Article on Getaway March 2016

Adalah sebuah kehormatan untuk kembali menyumbang artikel perjalanan di salah satu majalah traveling Indonesia, Getaway, khususnya edisi bulan Maret yang sebagian besarnya membahas tentang benua Eropa. Saya sendiri berkesempatan untuk meninggalkan jejak bukan hanya satu tetapi dua buah artikel sekaligus! Yap, artikel pertama saya membahas tentang “Ibiza is more than just party island”. Ibiza juga mewariskan sejumlah situs sejarah yang sangat menarik untuk dieksplor lebih lagi. Dan sneek a peaknya, artikel ini merupakan side story dari calon buku kedua saya nanti yang memang sengaja saya eksklusifkan menjadi tulisan tersendiri dalam versi majalah. Artikel kedua, masih dalam edisi yang sama, saya mengangkat kisah menyusuri bangunan-bangunan ketjeh di Tahta Suci Vatikan, berikut pengalaman pertama saya mengikuti papal audiensi alias bertemu langsung dengan Paus Francesco. Meski bukan seorang Katholik, Tahta Suci Vatikan,  Basilika Santo Petrus dan Museumnya sangat recommended untuk dikunjungi. So, nggak sabaran untuk membaca kisah-kisahnya? langsung aja beli majalah Getaway edisi Maret di toko-toko buku/ majalah terdekat atau bisa order langsung versi E-magsnya melalui Getscoops  

Transit di Frankfurt, Whacha Gonna Do??

This is insane, flight saya ke Barcelona ternyata diharuskan untuk transit terlebih dahulu selama kurang lebih 10 jam di Frankfurt. Well, a little bless in disguise sih. Jadinya saya bisa sedikit mengeksplor kota di German tersebut. Ok, pernah nggak kamu ngetrip ke suatu tempat, tanpa berpedomankan buku panduan atau paket online untuk browsing itinerari dadakan? Itulah yang terjadi pada saya selama 10 jam ke depan. Ya, saya nggak sempat membuat rencana apa-apa untuk menghabiskan transit time di Frankfut. Saya nggak punya catatan apa-apa, saya belom pernah browsing info apa-apa. Saya totally 3B, Blank, Blind and Behaviour (opo toh!) Nah berbekal keenggak-tauan akan apa yang harus saya lakukan, saya membeli tiket kereta ke destinasi terdekat yang katanya lumayan ramai. Saya ke Am Main! Well ada apa di Am Main? Saya nggak tau… udah deh jalan aja, hahaha. Jadi begitu saya keluar dari stasiun subway, saya dengan pede-pede bingung gemes berjalan tanpa arah yang jelas, membiarkan kaki ini melangkah kemana aja. Tapi dasarnya emang Tuhan selalu bersama para traveler yang giat mengeksplor hasta karya-Nya, saya digiring langsung …