All posts filed under: Bali

7 Pantai Wajibnya Bali (Bali never Ending Stories, part 5-end)

Bali selalu identik dengan wisata pantainya, setuju nggak setuju pasti setuju. Walaupun masih banyak destinasi liburan lain seperti wisata budaya yang nggak kalah menariknya, pantai tetap menjadi alasan utama orang-orang mampir ke Bali. Pada tulisan terakhir saya mengenai pulau Dewata ini, saya coba merangkum seluruh perjalanan saya ke beberapa pantai yang ada di Bali dalam 7 Pantai Wajibnya Bali. Well, kenapa cuma 7? Bukannya Bali masih memiliki banyak lagi pantai-pantai indah untuk dieksplor? Hehe, sederhana saja jawabannya, Saya baru sempat mengunjungi 7 pantai ini dan untuk saya pribadi, pantai-pantai di bawah ini sepertinya sudah cukup mewakili beragam suasana yang disajikan oleh pantai-pantai lainnya yang ada di Bali. 1. Pantai Kuta Pantai sejuta umat ini secara khusus saya buatkan satu artikel tersendiri. Mungkin teman-teman bisa mengunjungi Menanti Senja di Kuta. Bagi saya, kawasan pantai Kuta layak disebut segitiga emasnya pariwisata Bali. Pantai ini letaknya sangat strategis, dekat dengan kawasan backpacker (Poppies I dan II) dan hiburan malam di Legian. Oleh karena itu, nggak heran kalo Kuta nggak pernah sepi pengunjung setiap tahunnya. 2. Pantai Dream Land …

Belajar Sambil Berlibur di Bali (Bali never Ending Stories, part 4)

Kata siapa berlibur itu cuma untuk leha-leha dan foya-foya? Mungkin pada awalnya tujuan wisata kita hanya sekedar untuk beristirahat, melepaskan penat dan lelah setelah sekian hari beraktifitas. Namun sebenarnya liburan pun bisa dijadikan sarana pembelajaran bermacam-macam hal. Begitupun dengan liburan saya ke Bali. Sepanjang perjalanan saya, terdapat banyak hal menarik dan berharga yang dapat saya pelajari. 1. Belajar Sejarah Usai bermain air di Sanur, saya dan keluarga mampir sebentar ke sebuah museum bernama Museum Perjuangan Rakyat Bali di daerah Renon. Desain arsitektur bangunan ini cukup unik dan menarik perhatian bagi sebuah museum. Bangunan ini didesain menyerupai sebuah candi yang sangat besar. Awalnya saya juga mengira bahwa bangunan itu memang merupakan bangunan sejarah jaman raja-raja apa gitu. Memasuki halaman utama, saya berfoto-foto sejenak. Tampilan luarnya benar-benar hampir menyerupai perpaduan candi Hindu-Budha yang lengkap dengan ukiran relief dan patung-patung khasnya. Tampak Depan Di sekitar pelataran Begitu berada di dalam bangunan, kami memasuki sebuah ruangan yang berisi foto-foto perjuangan tokoh-tokoh sejarah pada masa penjajahan Belanda hingga Jepang. Diatur sedemikian rupa, foto-foto tersebut dijejerkan secara berurutan agar dapat memudahkan …

Menanti Senja di Kuta (Bali never Ending Stories, part 3)

Walaupun sering disebut-sebut sebagai pantai sejuta umat, rasanya “BELUM” ke Bali kalo belum berkunjung kesini. Mungkin buat sebagian besar orang, bukan hal yang istimewa mampir ke pantai Kuta. Orang-orang nggak akan berkomentar berlebihan kalo kita bilang, “eh gua kemaren ke Kuta loh, waktu di Bali.” Beda banget kalo kita ngomong, “Eh, gua kemaren ke Rock Bar loh”. Namun nggak bisa dipungkiri, kesederhanaan pantai kuta, dengan hamparan pasir yang nggak seputih pantai Nusa Dua ataupun suasananya yang nggak setenang pantai Sanur, selalu menarik perhatian turis-turis baik lokal maupun mancanegara. Saya nggak pernah melihat pantai ini sepi pengunjung (kecuali malam dan hujan ya, hehe). Apalagi kalo menjelang senja, entah datang darimana, ratusan orang tampak tumpah ruah memadati pantai. Yap, Kuta dan sunset, hampir sebagian besar orang-orang datang ke kuta untuk alasan yang satu ini. Banyak orang yang bilang kalo sunset di Kuta ini beda, nggak seperti sunset-sunset lainnya yang bisa dijumpai di tempat lain. Mereka akan rela menunggu berjam-jam duduk atau berbaring di atas pasir, atau berusaha menghabiskan waktu dengan belajar selancar, atau asyik mengobrol dengan teman-temannya, …

Eat, Pray and Love di Ubud ala Saya (Bali Never Ending Stories, part 2)

Kalo lagi nongkrong somewhere di Bali, terus kenalan sama bule dan kita tanya, “what’s your plan in Bali?”, mayoritas pasti akan menjawab, “We will go to bla-bla-bla, then will spend couple days in Ubud”. Ubud? Ada apa dengan Ubud? Well, tulisan kedua “Bali Never Ending Stories ini saya mulai dengan sedikit cuplikan yang saya ambil dari film Eat, Pray and Love yang diperankan oleh Julia Roberts. Kita tentu masih ingat, hamparan hijau sawah dengan bulir-bulir padi muda yang melekat di tangkai bergoyang-goyang tertiup angin, seolah menyoraki Julia Roberts yang sedang bersepeda santai melintasi jalan raya. Kita tentu juga ingat ketika Julia Roberts sedang duduk di hadapan seorang palm reader dan mendengarkan ramalan mengenai hidupnya? Yap, Ubud, salah satu tujuan wisata wajib berwujud perkampungan seni. Namun, nggak seperti perkampungan seni seperti tetangganya, desa Lodtunduh, yang masih asri dan sepi ala-ala desa pada umumnya, Ubud sudah disulap menjadi sebuah lokasi wisata berbutik-butik, toko suvenir dan kafe (kayaknya cuma Ubud satu-satunya desa di Indonesia yang punya Starbucks!). Pengunjung yang bertandang pun nggak tanggung-tanggung, bisa bermini bus-mini bus. Namun …

Sunset at Pura Luhur Uluwatu, (Bali Never Ending Stories, part 1)

Sebagai wujud apresiasi saya terhadap dikukuhkannya Subak (sistem pengairan di Bali) sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada pertengahan Juni ini, kali ini saya bermaksud merangkum perjalanan saya beberapa pekan lalu ke Bali dalam 5 buah artikel bertajuk “Bali Never Ending Story”. Meski sebelumnya saya sempat merilis 3 buah notes singkat tentang Bali (“Bali’s Subak Irigarion Recogized, Sawah Lingko di Ruteng kapan?“, “Pawai Ogoh-Ogoh pada Malam Nyepi“, “Selalu Ada Alasan untuk KemBALI“), namun menurut saya Bali has way-way too much stories to be told in just one or two notes. Kelima artikel ini akan membahas tentang beberapa buah tempat wisata. Nggak ada alesan spesifik yang idealis atau filosofis sih. Mungkin alasan yang paling gampang saya lontarkan adalah, tempat-tempat inilah yang menurut saya merupakan tourism sites paling juara dan must visit places when in Bali. Well, pastinya sudah jutaan bloggers yang menulis tentang kelima tempat ini. Namun demikian, saya mencoba untuk menyajikan tulisan tentang tempat-tempat tersebut dalam kacamata saya sendiri. Adapun tulisan pertama yang saya posting adalah mengenai keindahan Pura Uluwatu. Kenapa Pura Uluwatu? Mungkin jawabannya bisa …

Pawai Ogoh-Ogoh pada Malam Nyepi

As one of most favorite tourism destination, Bali nggak pernah kehabisan tempat dan atraksi untuk mengundang wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dan saya adalah salah satu wisatawan yang selalu nggak bisa bilang “bosan” untuk pergi lagi dan lagi ke Bali. Bulan Maret kemarin, saya sengaja mengkhususkan diri untuk berkunjung kemari menikmati salah satu hari raya umat Hindu, Nyepi. Tentu saja, akan memberikan sebuah pengalaman yang berkesan apabila bisa melewatkan hari raya tersebut di tempat dimana mayoritas penduduknya beragama Hindu seperti Bali. Awalnya teman-teman saya sesama traveler mengingatkan saya, untuk apa saya kesana ketika banyak orang-orang sana yang berniat kabur sejenak selama Nyepi berlangsung. Ada beberapa yang kabur ke Lombok dan ada yang pulang ke Jawa. “Pas nyepi, nggak bisa ngapa-ngapain dan nggak bisa kemana-mana loh”, ujar mereka. Tapi ucapan itu justru malah membuat saya makin bersemangat untuk merasakan Nyepi di Bali. Saya ingin sekali merasakan sensasi sebuah pulau yang katanya akan lumpuh total seharian dan nggak ada aktifitas apapun yang diperbolehkan terlihat di luar rumah. Singkat cerita, saya sudah berada di atas sepeda hasil pinjaman …

There’s always a Reason to Go back to Bali

Bali is just like my second home. It’s astounding landscape, its exotic diversity, its authentic culinary savory, and its hospitality keep calling and inviting us to pay a visit again and again. In this half year, I have visited the island for three times, not just for a glance escape or a short transit before going to another destination. On this note, I’d not write about any tourism site which lies on this gods and goddesses island, or where to eat delicious signature dish. Here I want to share a bit, some reason why I always keen on going back this second home. Perhaps we do have the same perception? 1. There’s always a place to enjoy the sole quality time, away from crowd and exhaustion 2. There’s always a place to express the other side of ourselves 3. There’s always a places for a cup of tea and friends 4. There’s always a place to adore how magnificent His creation is 5. There’s always  a place to satisfy our appetite 6. There’s always a …